Amor Fati

Konon katanya manusia yang hidup di dunia sudah diskenariokan jalan hidupnya namun masih bisa diubah itu namanya nasib. Kalau saya bisa ke rumah Tuhan, masuk ke dalam perpustakaan atau ruang arsip-Nya, hanya untuk melihat sebundel kertas yang berisi skenario hidup saya dan bagaimana saya nantinya, pasti akan seru sekali karena saya bisa merubah diri agar saya tidak gagal di kemudian hari.

Lalu pada kenyataannya, saya tidak bisa melihat skenario hidup saya dan tidak tahu saya nantinya bagaimana, padahal ini bisa diubah dengan pengembangan diri dan pilihan-pilihan yang saya buat. Tapi bagaimana jika pada prakteknya saya sudah berusaha merubah nasib namun lagi-lagi nasib membawa saya ke titik awal - ke titik yang tidak saya inginkan -- sehingga ada sebuah istilah: dimainkan oleh nasib? Malah sekarang, saya mulai mengibarkan bendera putih saya kepada nasib karena saya lelah pada harapan untuk berubah untuk mencapai suatu tujuan itu tidak tercapai dan saya pun menyerah. Terserah nasib mau membawa saya kemana.

Mungkin kalau saya hidup di zaman Nietzsche sebelum beliau terkena skandal kuda, Nietzsche akan berkata: amor fati. Amor fati adalah sebuah frase yang berarti "love of fate" or "love of one's fate". Bentuknya adalah penerimaan atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di kehidupan seseorang - baik dan buruk - termasuk penderitaan dan kehilangan.

Dalam buku The Gay Science, Nietzsche menulis, "I want to learn more and more to see as beautiful what is necessary in things; then I shall be one of those who make things beautiful. Amor fati: let that be my love henceforth! I do not want to wage war against what is ugly. I do not want to accuse; I do not even want to accuse those who accuse. Looking away shall be my only negation. And all in all and on the whole: some day I wish to be only a Yes-sayer."

Kalau saya, ketimbang menerima apa adanya tanpa harus melawan dengan melakukan perubahan, mendingan setengah-setengah dijalaninya. Setengah berubah namun setengah juga menerima. Karena jika terus melawan nasib, pasti lelah hasilnya. Go with the flow - mungkin bahasa popnya. Apa itu bahasa pop? Entahlah, saya ngarang. Yes-sayer kayaknya oke juga.

Live life. Amor fati.

Comments

Popular Posts