Living Free

Manusia itu terjebak dalam rutinitas namun dinamis. Artinya setiap waktu yang dilewatinya (walau itu-itu juga), tapi manusia bisa mengisinya dengan apa saja. Dengan kegiatan-kegiatan, dengan pekerjaan, dengan pertemanan ... dengan cinta.

Maaf para pembaca, namun saya akan membahas cinta yang masuk ke dalam rutinitas kali ini. Tentunya tema cinta tidak tercetus dari saya, melainkan hasil pembicaraan antara saya dan teman-teman saya pada suatu malam. Agaknya lucu, oleh karena itu saya tulis disini.

Pernahkah kamu bercinta, wahai pembaca? Kamu menemukan orang lain yang mampu membuat hatimu naik turun tidak penting, membuatmu memikirkannya, membuatmu ingin memiliki, dan tidak ingin kehilangan. Dua sahabat saya sedang mengalaminya. Diawali proses pendekatan: komunikasi rutin dan seterusnya. Rutin. Konsistensi membuat orang itu mulai masuk ke kehidupanmu, membuatmu begitu kehilangan ketika rutinitas terhenti karena ia sudah menjadi bagian sehari-hari. Proses keluarnya ia dari rutinitas merupakan proses yang menyebalkan benar - percayalah. Kadang tidak bisa sendiri, butuh distraksi, butuh orang lain.

Agaknya saya sedikit waswas dengan kedua sahabat saya di atas karena pasti akan ada saatnya orang-orang yang mereka suka itu keluar dari kehidupannya. Kalau gagal, jangan menangis! Sepertinya saya agak bersyukur - walaupun hambar - bahwa saya sedang tidak melewati rutinitas itu, yang artinya saya akan terbebas dari rasa menyebalkan itu, saya tidak akan menyakiti siapapun, saya tidak perlu khawatir kalau dia tidak menghubungi saya, dan lainnya. Terdengar defensif? Tapi ini melegakan! :D


"You don't need to know what I do all day,
It's as much as I know watch it waste away,
Cause I'll tell you everything about living free."

Wolfmother - Vagabond

Comments

Popular Posts