Skip to main content

Mengapresiasi Bulan

Dulu, bulan pernah dianalogikan dengan kecantikan dan kegombalan. Untuk membuat senang pasangannya, biasanya orang menganalogikan 'kau cantik ibarat rembulan'. Mungkin karena cahayanya, mungkin karena bentuknya. Namun seiring dengan perkembangan zaman - terutama teknologi - terlihatlah wajah bulan yang karadakan alias tidak rata. Sekarang, kalau orang dibilang mirip bulan, pasti akan marah.

Kasihan si bulan, sekarang banyak yang tidak menyanjungnya dan melambangkannya sebagai kecantikan. Padahal bulan harus berburuk rupa untuk mempertahankan ketangguhannya berada di alam semesta.

Karadak yang secara alamiah biasa (ya gak biasa juga sih) disebut kawah-kawah di bulan terjadi karena tertabrak oleh meteorit. Beruntung dia, setelah dihujam beberapa kali, tidak hancur menjadi serpihan-serpihan bebatuan lainnya. Tidakkah kasihan kalau si tangguh yang kagak punya pelindung atau atmosfer itu harus dihina karena karadakan?

Agaknya manusia sulit menerima apapun yang jelek-jelek, tanpa mau melihat konten atau proses yang sudah dilalui. Padahal, dengan setianya ia mengikuti gerak bumi. Tidak kemana-mana, disitu terus.

Ah, saya kok enggak jelas begini.

Foto bulan ketika saya sedang asik mainin Google Earth



"In starlit nights I saw you
So cruelly you kissed me
Your lips a magic world
Your sky all hung with jewels
The killing moon
Will come too soon."

Nouvelle Vague - The Killing Moon

Comments

Blup! said…
dan manusia seenak jidat menimbun metafora di kawahkawah bulan. *haha, saya lebih ngawur lagi.

btw, itu aselinya lagu echo & bunny(a)men bukan?
Nia Janiar said…
Iyes, tapi gue lbh seneng yang Nouvelle Vague.
Sundea said…
Alesannya jadi bopeng2 bikin bulan lebih cantik lagi, lho, Ni ^_^
Nia Janiar said…
Iya yaaah.. :D

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…