Kantung

Aku punya kantung di perutku,
yang bisa kau titipkan benihmu,
kemudian bersatu,
membentuk darah yang menggumpal.

Aku punya kantung di perutku,
yang bisa menyimpan manusia,
dari kecil hingga besar,
sambil berenang-renang.

Aku punya kantung di perutku,
dimana si manusia ikut makan makananku,
menyerap sari-sariku,
dan juga tenagaku.

Aku punya kantung di perutku,
namun kantung aku tutup,
lalu aku angkat dan kubuang,
agar kau tidak bisa menitipkan.

Comments

vendy said…
Ckckck . . .
Nia Janiar said…
Oh, Ven, komentar ckckck lo berarti ambigu buat gue. Itu artinya apa, Ven?
Sundea said…
Ni, lagi suka bikin puisi, ya ?
Nia Janiar said…
Lagi suka baca dan bikin puisi, De.
Vendy said…
pilihan kata2nya itu loh Ni
tampak sarat dendam :D
Nia Janiar said…
Haha, enggak kok, Ven. Ini dibuat dalam rangka fatwa2 yang sedang ngetren di Indonesia sekarang. Hehehe.
M. Lim said…
oh rasanya terlalu kasar dan mentah :(
Nia Janiar said…
Sebaiknya diapakan lagi, nih, Mbak?

Popular Posts