Skip to main content

Setengah Perempuan, Seluruhnya Laki-laki

Pernahkah kamu menonton show anaknya Uya Kuya? Disana ada seorang pria yang diberi nama Ciripa (nama anjing dalam telenovela Carita De Angel) yang sering dipakaikan baju perempuan dan bertingkah keperempuanan. Orang itu seringkali jadi bahan ejekan atau bulan-bulanan bintang tamu dan pembawa acaranya sendiri. Ironinya adalah si pembawa acaranya masih kecil - mungkin usia awal SD - namun sering kali nge-bully si Ciripa.

Pernahkah kamu memiliki teman laki-laki yang tingkahnya feminim? Saat SMP, saya punya teman seperti itu. Ia seringkali jadi bulan-bulanan anak laki-laki dan lebih sering berteman dengan perempuan. Di tempat kerja saya sekarang pun begitu. Walaupun tidak memakai atau berdandan seperti perempuan, laki-laki tidak suka padanya.

Namun begini, terkadang laki-laki yang feminim seringkali dianggap suka sesama jenis. Padahal - dari laki-laki femimin yang saya kenal - suka perempuan kok. Kalau waria atau banci, agaknya secara penampilan mereka menunjukkan identitas perempuan namun ada yang menganggap diri betulan perempuan atau menganggap dirinya setengah laki-laki dan mempertahankan bentuk asli alat kelaminnya. Kalau transvestism artinya ada pertukaran gender/peran misalnya laki-laki memakai baju perempuan dan sebaliknya (cross-dressing). Kalau transeksual, berarti ia percaya betul-betul dirinya perempuan dan mengganti alat kelaminnya.

Intinya ribet.

Lalu, tadi siang, ketika saya pulang kerja, ada seorang waria yang naik angkot yang saya tumpangi. Selain muka dioles sana-sini, pakaiannya warna warni sekali. Ada beberapa bagian wajahnya yang dioperasi seperti hidung, rahang, dan bibir. Tapi kalau ngomong, ya tetep laki.

Lalu ada seorang remaja perempuan anak jalanan yang mendekati. Mau kemana? - tanya si perempuan sambil memegang kemoceng di tangan kanan dan anak di tangan kiri.

Waria itu hanya diam saja pada awalnya. Lalu dia bilang mau ke Istiqomah (nama sebuah mesjid di Bandung).

Perempuan itu berkomentar, "Ih, meuni geulis (cantik bener)!"

Lalu komentar si perempuan di bales, "Tetep saja banci."

Saya pernah mengunjungi ke sebuah LSM waria, saya sempat berkenalan dan mengobrol dengan mereka. Awalnya agak judes namun mereka memperlakukan saya baik sekali. Agaknya mereka senstif namun di sisi lain mereka blak-blakan. Selain itu, mereka saling menjaga teman sesamanya.

Begini, yang mau saya sampaikan dari tulisan ini adalah mereka juga tetap manusia. Jika seorang manusia menghina atau memandang rendah manusia lainnya, menurut saya itu terlalu sombong karena bisa-bisanya mereka memperlakukan orang lain semena-mena karena ia berbeda dengan norma pada umumnya. Karena begini, saya percaya bahwa semua orang manusia ingin dilahirkan normal. Jantan ya jantan sekalian, tidak pakai kemayu atau ingin menjadi sosok lain.

Mudah-mudahan kepercayaan masyarakat untuk memperlakukan manusia itu sebagai pribadi yang unik semakin bertambah. Artinya, untuk mengurusi urusan orang lain itu tidak perlu dipaksakan. Artinya, seperti tadi siang. umpatan 'anjing!' jika melihat seorang pria berdandan atau mengubah alat kelaminnya karena krisis ekonomi atau identitas yang dialami diharapkan dapat berkurang.

Comments

muftisany said…
terima kasih nia, terima kasih
Sundea said…
Dari dulu gua simpati sama fenomena waria. Mereka berhak diliat sebagai "seluruhnya manusia".
Nia Janiar said…
@dea: setuju.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…