Skip to main content

Nia Pindah Rumah!


Pembaca yang budiman, pada kesempatan ini saya mau memberitahukan bahwa saya pindah rumah - rumah virtual. Rumah virtual yang dimaksud adalah ini: halaman virtual yang sedang kau buka atau pernah dibuka sekali, dua kali, dan seterusnya.

Rumah virtual ini dibuat pada awal saya masuk kuliah. Artinya, rumah ini sudah lama tapi tidak tua umurnya. Awalnya hanya catatan selama saya kuliah filsafat (lihat tulisan paling awal) dengan bahasa yang - duh - baik sekali. Lama kelamaan kok ada yang baca, tambah yang baca, semakin banyak yang baca. Saat itu menulisnya jadi lebih sopan lagi, jadi lebih tertata lagi, jadi lebih ingin dibaca lagi. Terus menerus nulis hingga akhirnya ada sekitar 280 tulisan di rumah ini. Kalau ini rumah beneran, mungkin tidak perlu cat atau wallpaper karena dindingnya berisi banyak tulisan!

Kemana saya akan pindah? Saya akan pindah ke sini: http://mynameisnia.com/. Gaya, 'kan? Saya dapat hadiah domain dari lomba nulis yang saya ikuti. Selama satu tahun saya akan menikmatinya. Lalu bagaimana kabar rumah ini? Karena tidak mungkin mengelola dua rumah yang isinya sama, maka:

Mungkin sekali-kali, saya masih bisa main ke sini.

Jarang main.

Hingga tidak pernah main sama sekali.

Atau akan kembali lagi. Tapi nanti.

Jadi, mulai hari ini, rumah ini istirahat dulu. Tidak dikontrakkan, tidak dijual, tidak dihancurkan pula. Biarlah dia dikunjungi dengan orang-orang yang salah masuk, sengaja masuk, atau orang-orang yang tidak tahu saya pindah.

Oke, sampai jumpa di rumah baru! ;)

Comments

wow, udah pindah nia?
bolehkah saya mengunjungi rumah barumu, saya suka rada merepotkan tapi, nggak apa-apa kan?hehe.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…