Skip to main content

Tips Karimunjawa Ala Backpacker

Tulisan ini dimaksudkan untuk memudahkan pergi ke Karimunjawa (Karjaw) ala backpacker yang mungkin akan kau cari di Google dan blog sayalah yang keluar. Karena saya sendiri pun harus riset dulu.

Satu minggu yang lalu (3 Juli 2010-6 Juli 2010), saya dan teman-teman saya pergi ke Karjaw menggunakan jasa Wisata Kita. Di periode ini, budget dari PP Jepara-Karjaw, homestay, penyewaan alat-alat snorkeling, makan, ditanggung sebanyak Rp 400.000,- ala backpacker selama 4 hari 3 malam. Intinya biayanya sudah mencangkup segalanya kecuali biaya ke dari kota asal ke Jepara atau membeli keperluan sendiri.

Saya pergi dari Bandung naik bis Kramat Jati ke Jepara seharga Rp 80.000. Awalnya direncanakan berangkat pukul 18.20 tapi ternyata telat. Setelah itu bisnya berhenti di terminal Cicaheum, diberbagai shuttle, dan menunggu peserta yang ingin nyusul di luar shuttle. WTF. Ini menganggu sekali. Lu kire ini mobil pribadi? Biaya Rp 80.000 itu termasuk snack dan makan malam di Sumedang pukul 21.00.

Tips pertama, tunggulah di shuttle yang sudah ditentukan karena itu menghambat perjalanan sekali!

Alon-alon asal kelakon, mungkin itu yang dianut supir bis yang anti ugal-ugalan selama 12 jam lebih perjalanan. Ada baiknya juga tapi kita jadi terlambat dan hampir ketinggalan kapal ferry KMP Muria di Jepara! Katanya kapal akan berangkat pukul 09.00 tapi ternyata pada pukul 08.00 peluit sudah berbunyi dan pintu kapal sudah ditutup! Tips kedua: datang pagi agar tidak tertinggal KMP Muria!

Untuknya teman-teman dan wisatawan lain dari Wisata Kita datang terlambat, jadi telat rame-rame sehingga dibukakan lagi pintu dari belakang. Di sana, kita kayak diospek, diteriakkin ‘cepat naik! cepat naik! hey, kamu jangan diam saja! cepat masuk!’ Meh, traumatis.

Oh ya, pembelian tiket sudah diurus oleh Wisata Kita sehingga kami tinggal janjian dan tahu beres. Cuman jangan sekali-kali Anda terlambat jika tidak ingin menyewa perahu sendiri dari Jepara ke Karjaw.

Di kapal, ternyata sudah penuh sekali sehingga kami ditempatkan di atas (di tempat terbuka). Sialnya, pada saat itu Jepara sedang mendung dan hujan rintik-rintik. Inisiatif, ABK membuka terpal yang mana pada akhirnya tidak membuat kering secara signifikan karena toh airnya mengalir juga ke tempat kami duduk. Tapi, mari kita hargai usaha para ABK itu!

Awan mendung dan angin kencang di atas KMP Muria

Berasa di kamp pengungsian. Dan harus bertahan selama 6 jam!

6 jam perjalanan, saya dan teman-teman gulang-guling dan mondar-mandir tidak jelas untuk mengalihkan mual. Saya, sebagai orang darat, tentunya aneh sekali terombang-ambing di lautan tanpa bisa tidur karena lantai kapal basah. Alhasil saya duduk pun beralaskan kantong plastik. Saya peluk backpack saya dan saya tidurkan kepala saya di atasnya. Sudah agak mengering dikit, saya pun akhirnya bisa tidur.

Wisata Kita sudah bilang bahwa sebaiknya membawa jas hujan. Namun karena bandel dan saya pikir tidak bawa pun tidak apa-apa, saya menyesal. Ternyata untuk menanggulangi situasi ini, toh! Jadi, tips ketiga, bawa jas hujan! Setidaknya Anda bisa duduk tapi tidak kebasahan! Selain itu, tips keempat, tidak usah bawa makan banyak-banyak. Saya yakin dalam keadaan terombang-ambing, Anda tidak ingin makan. Karena membawa banyak makanan hanyalah akan merepotkan dan memberatkan. Di dalam kapal pun dijual makanan. Kalau harga yang mahal, memang itu harus dimasukkan ke dalam budget kita.

Sekitar pukul 15.00, saya sampai di pelabuhan Karjaw. Wah, ramai sekali. Dari pelabuhan kami jalan ke homestay yang sudah ditentukan pihak Wisata Kita. Setelah ketemu, kami bagi tugas. Dan ternyata kami sudah disambut makanan dan es kelapa! Wah, enaknya!

Homestay yang cukup nyaman
Makan yang diberikan hanya sehari 2x (malamnya bisa makan di warung di daerah alun-alun). Makanan yang diberikan adalah makanan yang dibuat oleh pemilik rumah. Biasanya pukul 06.00 begitu sudah ada. Setiap hari, lauknya adalah ikan. Jadi bagi yang alergi ikan, makanlah ayam. Uh.

Di hari pertama, kami tidak kemana-mana, hanya jalan-jalan saja ke alun-alun. Oh ya, jalan disana kecil, sepi, gelap, dan tidak ada lampu jalan. Jadi, tips kelima, bawalah senter! Pada saat tidur pun memang betul banyak nyamuk. Dan tips keenam, bawalah autan!

Terbayang jika malam tiba?

Dua hari kami snorkeling di berbagai pulau. Ada kesepakatan bahwa jika ada satu orang yang menghilangkan alat snorkeling–biasanya tercebur ke laut (sepatu katak dan kacamata renang), maka semua orang HARUS MENGGANTINYA. Sebenernya ini kesepakatan agak enggak adil. Karena:

Hey, saya menjaga barang saya dan tidak hilang, tapi kenapa saya harus mengganti barang yang dihilangkan oleh orang lain yang tidak hati-hati?

Sebaiknya, ganti rugi ditumpahkan saja ke yang menghilangkannya. Bah.

Oh ya, saya menggunakan sunblock muka dan badan Parasol. Hasilnya cukup baik. Tidak terlalu terbakar dan tidak terlalu hitam. Atau apa karena kulit saya aslinya sudah hitam? Ah, lupakan. Selain itu diberi makan di sana.

Kami pergi ke penangkaran hiu (dan boleh berenang disana). Tapi tentunya tidak bisa bagi perempuan yang menstruasi. Tips ketujuh khusus untuk perempuan yang mungkin sedang berada di periode menstruasi: pakailah tampon! Walaupun sudah pakai tampon, tidak dianjurkan juga sih untuk berenang sama hiu karena mungkin penciuman mereka super tajam. Tapi untuk berenang di tempat lain, sebaiknya pakai tampon ketimbang pads biasanya karena mungkin Anda akan super cemas darahnya beleber kemana-mana.

Saya pernah membuat pengakuan bahwa tempat yang paling saya takuti adalah laut. Bagi Anda yang memiliki ketakutan yang sama sehingga enggan snorkeling, hiraukanlah. Jika takut, bisa minta ditemani oleh guide untuk snorkeling kesana kemari. Karena disana karangnya indah sekali! Jangan sampai Anda menyesal ketika Anda pulang.

Tips selanjutnya, mungkin Anda bisa berenang, tapi jika Anda bukan perenang hebat dan berada di laut yang cukup dalam (10 meter lebih), sebaiknya menggunakan life jacket yang berguna mengantisipasi jika Anda lelah ketika berada di tengah laut. Dan pakai life jacket itu enak sekali. Ibaratnya Anda hanya tinggal menggantungkan diri dan hanya menikmati pemandangan bawah laut yang ada (tapi resikonya jadi tidak bisa menyelam).

Selama saya disana, penting betul Anda mengenal teman lain dan penduduk lokal. Teman baru berfungsi sebagai meramaikan suasana. Saya kenal beberapa orang, termasuk bule Perancis yang bilang kalau pantai di Karjaw jauh lebih baik ketimbang di tempat asalnya, penduduk lokal berfungsi untuk mendapatkan informasi apapun yang Anda mau tentang Karjaw. Tapi, tips paling penting, jangan terlalu dekat secara personal karena itu anak membuat Anda sulit meninggalkan kepulauan nan indah ini.

You jump, I jump, right?
Jangan membuang sampah sembarangan ke laut atau ke pantai. Mari kita jaga bersama-sama negeri kita. Selain itu jangan mengambil, merusak, atau mencuri terumbu karang karena terumbu karang membutuhkan waktu satu tahun untuk tumbuh sebanyak hanya 10 cm.

Pakai kamera underwater. Foto dari tour guide saya, Indroo Bondan, diambil tanpa izin :)

Untuk gambaran selanjutnya, Anda bisa lihat video saya di Youtube. Itu video main-main sih, tidak usah dilihat terlalu serius ;)

Secara garis besar, maksimalkan kegiatan Anda disana karena perjalanannya cukup jauh dan menguras fisik dan psikis. Beramah-tamah itu menambah bumbu liburan tersendiri dan mungkin setelahnya Anda bisa minta Facebook, email, atau nomer handphone ke teman-teman baru. Siapa tahu Anda membutuhkan teman untuk berpetualang selanjutnya ;)

P. Gosong yang jika laut pasang akan menghilang
Selamat liburan!

Comments

Anonymous said…
bun, kalo lagi mestruasi n berenang, otomatis jadi 'beku' kok. pas naik ke darat baru muncul lagi. hehe..
Nia Janiar said…
Enggak. Itu mitos. Aku udah searching2 gitu. Coba deh renang sambil mens.. semburat darahnya kadang keliatan.
Anonymous said…
nngak ko..aq pernah nyobain sendiri beberapa kali renang pas lg mens..
ga papa..darahnya ga bleber,,asal sebelum nyebur ganti dl sm pembalut bersih..
soalnyakan di dalam air tekanan lebih tinggi dr permukaan..jadi otomatis darah tertahan di dalam air jd ga keluar..keluarnya ntr pas udh kluar dr air..
Anonymous said…
bun punya no contact orang wisata kita gak? minta dunk kita ada rencana ke karjaw dari bandung
Nia Janiar said…
Masuk aja ke http://wisatakita.com/
Anonymous said…
Mau tanya donk, paket tournya yang asik apa selain yang agan kasih?
Nia Janiar said…
Waduh, enggak tahu :)
Mba mau minta contact person pihak penyelenggara paket yg dulu mba pakai. Makasih :))
Nia Janiar said…
400 ribu itu tahun 2010 ya. Sekarang nggak tahu berapa. Saya pakai Wisata Kita, coba aja cek websitenya http://www.wisatakita.com/

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…