Skip to main content

Pemerintahan

Satu minggu yang lalu, saya menghadiri sebuah seminar dan workshop nasional (yang diadakan di hari Sabtu dan Minggu) di gedung departemen pendidikan yang ada di Jalan Sudirman. Acaranya dan biayanya besar sekali dan dihadiri orang-orang besar lainnya: menteri dan beberapa pejabat, karena acara ini terkait dengan peresmian sebuah asosiasi.

Menteri yang diundang (selain menteri lain yang datang) malah tidak datang padahal dia tokoh utama dari acara ini. Dia diwakili oleh sekertaris jendralnya yang menjadi pemateri juga. Ah, penasaran juga nih melihat isi materi jika dilihat dari perspektif orang dari pemerintahan--pikir saya.

Beberapa lama setelah ia berbicara, saya tidak heran kenapa jika diadakan rapat-rapat begitu pesertanya seringkali tertidur. Membosankan sekali. Atau mungkin saya tidak minat dengan hal-hal yang berbau birokrasi dengan dibalut bahasa-bahasa dewa nan ambigu dan abstrak? Ingin tahu contoh bahasanya apa? Coba kau tilik itu Pancasila, pelajaran kewarganegaraan, atau mukadimah dari segala sesuatu. Bahasa-bahasanya begitu panjang, terurai, dan tidak praktis!

Atau mungkin karena cakrawala pengetahuan saya masih sempit sehingga belum bisa mengambil makna dari bahasa dewa?

Btw, ini oleh-olehnya. Keabsurdan dan keambiguan mungkin bisa menciptakan hal-hal sedemikian hebatnya. Eh, atau ini dibuat oleh orang-orang praktis?

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…