Skip to main content

Dialog Klasik dan Blues dalam Crossroads (1986)

Crossroads adalah sebuah film tentang seorang pemain gitar klasik, Eugene Martone (17), yang terobsesi pada blues dan mengetahui Robert Johnson, seorang pemain blues yang bertalenta, memiliki lagu ke-30 yang hilang. Dari kliping yang ia baca, Martone mengetahui pula bahwa sahabatnya Robert Johnson, Willie Brown, masih hidup dan tinggal di rumah sakit. Mengetahui itu, ia berpura-pura bekerja sebagai pembersih dan berkenalan dengan Willie Brown.

Tujuan Martone menemui Brown adalah untuk mengetahui lagu yang ke-30. Brown mau memberikan asal bisa mengeluarkannya dari rumah sakit itu dan pergi ke Mississippi. Martone setuju, ia mengeluarkan Brown dari rumah sakit dan naik bis menuju sana. Selama di perjalanan, mereka menggelandang hingga sampai ke tujuan.

Selain permainan gitar klasik dan blues yang menarik sepanjang film, ada menarik lainnya yang mungkin bermanfaat bagi dunia kepenulisan: dialog. Dialog antara Martone dan Brown sangatlah menarik, ringkas, namun kesannya dalam. Mendengarnya begitu dekat dan tidak ganjil. Ini saya petik beberapa dialog terbaiknya:

Eugene Martone: You know Willie, I came down here to learn a lost song, not to get slapped in the face by an 80-year-old man! I find out I gotta become "King of the Hobos" I can go broke...
Willie Brown: [interrupting him angrily] I'm sorry your life turned out so 'HARD', Eugene! But I got my own business to tend to down here, and I don't mean for you to slow me down.
Eugene Martone: Business? What business?
Willie Brown: Personal business. And given your attitude, you got no reason to know what.
Eugene Martone: My attitude? What the hell's the matter with MY attitude, I have a great attitude!
Willie Brown: You got your mind made up about how everything works. How you gonna learn anything new when you KNOW everything already?
[picks up Eugene's old, scratched acoustic guitar]
Willie Brown: Look at this old guitar here you been squeakin' on. I bet you saw this thing in a music store and bought it just because you thought it was beat up! Well you got it all wrong. Muddy Waters invented electricity.

--

Eugene Martone: Look Willie, cut the shit, all right? Now, I'm serious about this song!
Willie Brown: The only shit to cut around here is you. Now I had it in me that you was another 'Lightning Boy', but you just a chicken-ass.
[stands up]
Willie Brown: Chicken-ass, chicken shit!

--

Eugene Martone: Hey Willie, look at this hat. All I need is a Mississippi string tie and I'm ready to roll!
Willie Brown: Yeah, you need a lot more than THAT.

--

Eugene Martone: Willie, here's something from the Delta, tell me this isn't Son House.
[plays a flawless blues riff in key of E]
Willie Brown: Sounds like bird shit.

--

Eugene Martone: What are you doing?
Willie Brown: I'm changin' my tie, and I could use some help.
Eugene Martone: [hastily changing Willie's tie] I oughtta choke ya.
Willie Brown: [brandishing his fist] You do and you get knocked on your ass.

Poin penting dari kelancaran dialog adalah dekatnya kata-kata yang digunakan dengan keseharian manusia. Kata-kata yang digunakan tidak perlu bertele-tele namun juga tidak terlalu terang benderang. Misalnya ketika Willie mengucapkan 'Look at this old guitar here you been squeakin' on. I bet you saw this thing in a music store and bought it just because you thought it was beat up! Well you got it all wrong. Muddy Waters invented electricity' ketimbang 'Beli amplifier!'

Selain itu, dialog-dialog yang digunakan di film ini sangat menggambarkan karakternya. Bagaimana congaknya Eugene mengenai kemampuannya dan bagaimana Willie begitu blak-blakan. Karakter mereka juga cocok dengan aliran musiknya: Eugene dengan klasik dan Willie dengan blues. Jika dilihat dari sejarah klasik dan blues, klasik ditemukan oleh seorang pendeta Paus Agung Gregory dan blues ditemukan di kalangan kaum budak Afrika yang bekerja sebagai pekerja tambang yang menggunakan kereta api pompa untuk menghantarkan barang (pola dan tempo kereta api pompa tanpa disadari menjadi pondasi dari ritme blues). Sejarah blues ini ada dalam adegan dimana saat mereka menggelandang, Brown melihat kereta api yang lewat kemudian memainkan suaranya menggunakan harmonika. Saat Martone mencoba memainkan suara kereta api dengan gitarnya, Brown bilang, 'Bahkan kau tidak bisa menghidupkan kereta api dalam musikmu.'

Tolong koreksi jika sejarah klasik dan bluesnya salah. Kira-kira itu informasi yang saya dapatkan.

Yang satu dari kalangan gereja dan yang satu dari kalangan budak. Terkait dengan karakter, kekakuan dan kecongakan klasik terlihat dalam adegan ketika Martone mengimprovisasi lagu Rondo Alla Turca (Turkish March) dan gurunya sangat tidak suka dengan perbuatan Martone ini. Sedangkan perkataan 'kasar' Brown seolah-olah merepresentasikan musik blues yang bebas dan 'asal'.

Film ini mendapat sambutan baik dari kritikus dan diberi skala 3.5 dari 4. Aktornya dalam bermain dengan baik, pun dengan musiknya. Dan ternyata pemeran Martone--Ralph Macchio--tidak betulan memainkan gitarnya. Ia hanya berlatih peletakkan jemarinya secara intensif untuk keperluan akting.

Ah, sayang sekali, padahal saya paling senang melihat laki-laki yang bisa main gitar! ;)

Setelah menonton film ini, saya jadi terinspirasi belajar blues. Sejujurnya saya suka musik ini karena dari kecil keluarga saya sering bermain blues tapi saya tidak pernah belajar, jadi agak menyesal juga ujungnya. Lalu saya coba cari di YouTube tutorial untuk pemula dan video di bawah hasilnya. Ini latihan pertama saya. Belum ada feel, masih teknis, dan tentunya kaku. Atau jangan-jangan ini malah bukan blues?


Comments

saiya mau di ajari main piano..

eh minal aidin walfaidzin dulu deh

^_^
Nia Janiar said…
Eh, iya, maaf lahir batin ya, Jim..

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…