Skip to main content

Bandung Dalam Tiga Hari

Weekend kemarin ini saya melakukan aksi marathon. Bukan lari, tapi mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Bandung. Sejujurnya, sepulang kerja di hari Jumat, saya merasa capek. Tapi karena weekend adalah hari yang saya tunggu-tunggu, saya pikir tidak masalah jika menghabiskan energi saya untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Hari Jumat malam, saya menghadiri acara Classical Guitar Fiesta di CCF Bandung bersama teman-teman saya. Mungkin diisi oleh 15 pemain gitar di sana. Dari semua pemain, saya paling menyukai permainan Agustinus Dennis Morgan Permana dan Caessario Toga Sakti Muda Perkasa. Menurut saya, mereka gila. Gila dalam artian bukan bawa sampah atau telanjang bulat kemana-mana, tapi mainnya lancar dan mantap sekali. Bahkan, menurut saya, penampilan mereka lebih mengungguli ketimbang bintang tamunya sendiri, Phoa Tjun Jit, yang mungkin membawa anti-klimaks di pertunjukkan malam itu.

Salah satu pemain. Lupa namanya.

Phoa Tjun Jit mungkin baik dan rapih dalam teknik bermain gitar sehingga ia pernah menjuarai festival gitar Yamaha se-Asia Tenggara pada tahun 1982. Saya tidak mengerti teknik bermain gitar, tapi saya adalah orang awam yang mungkin bisa lebih objektif dalam menilai sebuah permainan, lebih bebas dari prasangka. Atau jangan-jangan saya sudah berprasangka baik bahwa Phoa Tjun Jit pernah memenangkan festival internasional dan akan menyajikan pertunjukkan yang spektakuler?

Di hari Sabtu siang, saya janjian dengan teman saya, Neni. Sudah dua minggu ia di Indonesia pasca kepulangannya dari Jerman. Kami berjanjian pukul dua namun akhirnya kami sama-sama ngaret hingga pukul tiga. Di toko buku Reading Lights, kami saling sharing pengalaman masing-masing hingga datang kedua teman saya yang lain yaitu Tiwi dan Tegar pukul setengah empat. Ingat pernah saya mengulas tentang tarot reading di blog ini? Nah, mereka itu tuh lakon utamanya. Mereka datang lagi ke kehidupan saya!

Sesi pribadi untuk yang kedua kali.

Sejujurnya saya memang mengundang mereka untuk berkumpul karena saya rindu sekali mengobrol dengan dua teman kuliah saya ini. Saya mengenalkan Tiwi dan Tegar ke Neni. Untungnya, mereka dapat berkomunikasi baik sehingga tidak ada aksi canggung di antara dua kubu yang awalnya tidak saling kenal. Fiuh. Begitu meringankan hati saya.

Memangnya apa yang berat sehingga mereka membuatnya ringan? Ini adalah kali pertama saya mau menjadi fasilitator di writer's circle di pukul setengah lima. Saya akan memberikan sebuah tema interpretasi sebuah lagu instrumen yang dimainkan oleh Tesla Manaf Effendi. Ada satu lagu yang saya suka dengan judul After Midnight dan saya berkeinginan membuat karya dari lagunya. Tapi setelah berhari-hari bermuram durja karena ide tidak kunjung muncul (dan takut mengecewakan yang punya lagu), maka saya bawa ini ke writer's circle untuk diinterpretasi bersama-sama. Dari awal, Tesla bilang bahwa ia ingin terlibat dalam proses kreatif penulisan interpretasi dari lagu ini. Oleh karena itu, saya undang Tesla untuk datang ke writer's circle. Syukurlah, semua berjalan lancar. Mudah-mudahan Tesla senang lagunya diintepretasi. Oh ya, untuk mendengarkan lagunya dan membaca profilenya, bisa masuk ke website http://soundcloud.com/tesla-manaf-effendi. Cerita tentang teknis penulisan dan apa saja karyanya, akan diunggah di blog Reading Lights Writer's Circle. Akan saya beritahu jika tulisannya sudah naik.

Tesla (yang pakai topi) dan teman-teman writer's circle menghayati lagu.

Sepulang dari sana, saya makan malam bersama teman-teman saya di Cabe Rawit hingga pukul setengah sebelas. Sementara yang lain mengobrol, saya menidurkan kepala saya di atas meja makan. Saya kelelahan.

Lalu di Minggu pagi, saya datang ke pasar seni ITB yang edyaaan pasarnya. Saat itu badan saya semakin terasa tidak enak dan menuju sakit, tapi saya sudah kepalang janji dengan keluarga saya bahwa saya mau datang ke sana. Ini yang namanya pasar benar-benar seperti pasar: sumpek, penuh, panas, tidak bisa melihat-lihat, mau makan susah. Dari pukul sembilan hingga pukul lima, ribuan orang saling berjejal. Ah, gila.

Ada UFO di Pasar Seni ITB!

Lalu pagi ini? Di hari Senin ini? Saya tidak masuk kerja, sakit panas karena kelelahan satu minggu yang diforsir selama tiga hari. Tapi tidak membuat saya jera karena saya pikir setiap kesenangan ada harganya.

Comments

Andika said…
"Saya tidak masuk kerja, sakit panas karena kelelahan satu minggu yang diforsir selama tiga hari. Tapi tidak membuat saya jera karena saya pikir setiap kesenangan ada harganya."

Wah, atasan elu mungkin ga terlalu senang baca ini.

Cepet sembuh.
Nia Janiar said…
Pekerjaan punya waktu saya selama 37.5 jam per minggu, bahkan lebih. Biarlah saya menikmati sisanya :)

Makasih.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…