Gajayana

Gajayana menembus pekat malam tanah Jawa. Ketika ia lewat, udara sekelilingnya terpecah menjadi jutaan partikel yang berkelebat hebat bagi siapapun yang merasakannya. Ketenangan menjadi hal yang mudah mencabik. Kakinya panas, beradu berputar di atas jalanan besi yang berpasangan. Gajayana adalah rangkaian besi besar yang membawa manusia diam-diam dalam pekat malam.

Ketika ia masih muda dan mengkilap, manusia menumpakinya dengan suka cita. Mereka juga menggantungkan sebuah harapan perubahan nasib di langit-langit Gajayana. Ia banyak mendengar kesenangan, amarah, dan keluh kesah. Ia dipuji-puji banyak membawa perubahan dan mendekatkan sebuah tali maya manusia yang dulunya berjauhan.

Tanah Jawa sudah ia lalui ribuan kali. Hingga kini, saat dimana ia melaju lamat-lamat dengan suara ringkihan besi tua yang menipis di sela-sela sambungannya. Hingga kini, saat si tua tersandung di atas sambungan jejala besi, menumpahkan dirinya ke sisi kiri, membuat manusia berteriak, dan memohon untuk tidak mati. Satria Gajayana menyisakan besi-besi patah. Baru saja ia menemui ajalnya.


(Tulisan ini dibuat sebagai latihan interpretasi lagu dalam writer's circle. http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/10/satu-lagu-banyak-cerita.html
Lagu yang dipakai adalah After Midnight karya Tesla Manaf Effendi. Lagu bisa didengar di http://soundcloud.com/tesla-manaf-effendi/after-midnight)

Comments

Sundea said…
Pengaruh nggak sama kata "ga jaya", Ni ...? Jadi harusnya dia namanya "Jayana"
Nia Janiar said…
Kalo kata temen gue yang orang Jawa, Gajayana ini berasal dari nama seorang pangeran/raja/satria di kerajaan Jawa. Jadi, harusnya enggak pengaruh sih, De. Hehe.

Popular Posts