Pengalaman Mental


Ketika diri keluar dari kendali, diri ini menjadi serpihan-serpihan dua dimensi yang sangat tipis dan halus yang saling bergerak menjauh. Benda lain terlihat kecil karena menjadi jarak dalam sebuah titik pengelihatan buta. Dinding kamar menjadi fragmen-fragmen terpisah yang berdiri sendiri, mewujud menjadi sesuatu yang tidak aku kenali. Sesuatu menggelitik tangan dan kakiku.

Ketika wewarna mulai pudar, gitarnya After Midnight ibarat pengaduk dalam sebuah adonan. Aku tercebur dalam sebuah dunia penuh motif dan warna-warna gelap yang kuat dan menghadirkan imaji sangat baik dan sangat buruk, tercampur dengan hal-hal keIlahian hingga hal paling busuk sehingga aku terjebak dalam dunia primordial dan tidak bisa menyembunyikan apapun. Hal-hal kecil menjadi sugesti yang besar, membentuk sebuah cerita, dan aku sedang didongenginya.

Nafas terengah-engah, mata mengerjap liar tanpa sadar, kata-kata membungkam, terkunci kuat dalam rahang namun diri tak kuasa menahan gejolak tawa. Kurentangkan kedua tangan lalu kuberbisik dalam ambang sadar, “Terima kasih pada Tuhan atas kegilaan ini yang sedemikian hebatnya.”

Comments

Anonymous said…
sangat mengesankan sekali deskripsi rasa" seseorang yg "sakit" itu...
saya apresiasi sekali...
saluuutttt
Syarif Maulana said…
Mantap.. akhirnya tertuliskan juga..
Nia Janiar said…
@anonymous: Makasiih..

@Syarif: Haha, iya. Selama ini responnya masih dari orang2 yang tau latar belakang kepenulisannya.
Muheinz is me said…
hebat uy pengalaman mental nyah,...hati-hati jadi gila...hehehe
Nia Janiar said…
Hahaha.. gak apa-apa lah. Haha.

Popular Posts