Skip to main content

Cermin

Aku membeli sebuah cermin ketika aku berkunjung ke Yogyakarta. Satu-satunya cermin yang memiliki bingkai berwarna cokelat dengan ukiran gambar seorang wanita dengan tiga belas mahkota bunga di atas kepalanya.

Cermin ini kusimpan di dekat lemari pakaian sehingga aku mudah mematut diriku jika aku mau berpergian. Sehabis mandi, kulihat cermin sambil kusisir rambutku. Hingga tiba-tiba perempuan berambut panjang di dalam sana ikut menyisir sambil mengelus-elus rambutnya, menyeringai dengan gigi tajamnya sambil menatapku. Bola matanya mengintai liar saat aku mencoba lari. Dengan cepat ia merayap ke luar; segera kucium bau amis di dalam kamar, giginya mengatup—membuka menutup, kedua tangannya yang kurus dan keriput itu menggapai-gapai, menarikku masuk ke dalam cermin. Satu mahkota muncul lagi.

Sekarang kau bercerminlah, mungkin aku sedang meronta dan berteriak minta tolong di sana.





---------------------------------------
Tulisan ini dibuat untuk:
banner-flash-fiction

Comments

Sundea said…
Pas gue bercermin, ada orang yg mukanya mirip gue.

Btw, apa lu berubah jadi mirip gue di dalem cermin?
Nia Janiar said…
Enggak kayaknya, De. Tapi elu perhatiin baik-baik. Di belakang orang yang mirip elu itu ada gue gak lagi teriak-teriak?
macangadungan said…
Niaaaa, selamat yaaa, FF mu juara lohhh :D
emang keren bgt menurutku!
Nia Janiar said…
Hehe, makasih, Caaan. :)
Selamat ya, Nia..
FF-mu bagus, bikin saya makin takut becermin:)
Nia Janiar said…
Hehe, makasih mbak Rini..
bio sanjaya said…
permisi, numpang lewat.

hebat, tulisannya bisa menang.

selamat ya,
salam blogger
Nia Janiar said…
Terima kasih ya.. :)

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…