Ketidaktahuan

Bumi terus berputar. Dunia berkembang pesat. Manusia terus berbicara apa yang mereka pikirkan. Konflik dengan diri, dengan sesama manusia, dengan Tuhan, ternyata tidak juga terhindarkan.

Dunia kerja menyebalkan. Orang dewasa apalagi. Konstruksi sosial pun mulai menuntut. Pacar selingkuh. Beberapa orang mulai mengeluh. Hubungan pertemanan yang merenggang.

Di saat seperti ini, ketidaktahuan terkadang menjadi hal yang baik. Tutup mata, tutup telinga, matikan semua perasa, pura-pura tidak tahu saja. Biar benang maya terus kusut di luar sana karena beberapa masalah mungkin tercipta untuk tidak diselesaikan dan tidak dipikirkan.

Kau tidak perlu tahu semua hal di dunia. Tidak tahu sesuatu kadang lebih baik ketimbang tahu.

Ignorance is bliss.

Comments

Syarif Maulana said…
Betul sekali neng nia.. kata Foucault, "Pengetahuan yang sedikit itu berbahaya"
Sundea said…
Benang maya di luar sana. Somehow gua suka sama istilahnya dan kebayang visualisasinya =)
Nia Janiar said…
@Syarif: Tolong jelaskan lagi, Kang Syarif. Karena kok sepertinya "Pengetahuan sedikit itu berbahaya" sementara di atas maksudnya "terlalu banyak tahu yang berbahaya"..

@Dea: Hehehe. Udah maya, kusut lagi.
matakakiku said…
wahh betuuull,. kadang orang yang nggak mau tau masalah genting dunia ini malah sejahtera hidupnya.. heehehe
Nia Janiar said…
Haha.. iya ya..
Anonymous said…
ada yg bilang, krn tidak tahu dan tidak mencari tahu, nantinya menyesal di dunia afterlife (hanya bagi yg percaya).

Nunu Januar
Nia Janiar said…
Halo, Nunu.. boleh dijelasin lagi tentang maksud menyesal di afterlife?

Popular Posts