Pengumuman: Dilema

Saya akui bahwa semenjak SMP saya itu internet freak. Saya bisa berlama-lama di depan internet, menghabiskan banyak waktu, dan banyak uang untuk internet. Apalagi dengan adanya social network seperti Friendster, Live Connector, Blogspot, Multiply, wah ... saya sering update hal personal tentang saya dan menjadi tidak lebih dari attention whore.

Sampai sekarang. Facebook dan Twitter.

Namun agaknya saya mengalami sebuah kesalahan. Saya lupa itu adalah tempat umum yang terbalut dalam dunia maya yang dibaca oleh banyak orang. Saya terlalu terbuai oleh nikmatnya menyalurkan perasaan melalui kata-kata dan dengan GR-nya saya yakin bahwa saya punya niat baik yaitu berbagi pengalaman keseharian dengan orang lain. Padahal siapa juga ya mau dibagi, ya?

Saya lupa bahwa kata-kata begitu mencerminkan kepribadian seseorang. Medianya ya brand yang sebut di atas tadi. Saya lupa bahwa orang lain itu begitu sok tahu dan judgmental. Hih. Serem.

Tapi apa yang seharusnya saya tuliskan? Informasi tentang Green Peace? Update film terbaru? Politik tanah air? Atau hal-hal lain yang sifatnya pengumuman kaku dan tidak personal?

Ah, bagi pembaca yang mungkin tersambung dengan saya melalui media di atas, sementara ini saya akan kembali ke hal yang lebih manual: menulis buku harian. Dan blog ini akan saya isi dengan karya fiksi dan/atau tulisan semacam review saja.

Phew.

Comments

Popular Posts