Untukmu


Nah, kalau kamu sih perlakuannya beda. Meski sama-sama harus keluar, kamu enggak akan aku tarik paksa lalu aku tendang setelahnya. Kalau kamu akan aku gandeng tangannya, berjalan ke arah pintu keluar sambil mengobrol tentang keseharian. Setelah di ambang pintu, tidak akan kututup pula pintunya. Malah akan aku antar ke ruangan lain dimana kamu pertama kali berasal: teman.

Tugasku sudah selesai.

Comments

Anonymous said…
bagus,,,asal....pintunya jangan dibanting yaaaaaa
heheheeh
-bolehbaca-
Nia Janiar said…
Enggak dibanting koookkkk. Andai semua pemilik ruangan kayak saya yaaa :p

Popular Posts