Skip to main content

Gloomy Sunday

Jika kau duduk di depan sebuah kotak warna-warni barang beberapa hari saja, kau akan melihat seorang polisi yang menjadi bintang televisi karena lipsync lagu India di internet. Dalam sekejap, ia diundang kesana-kemari, dielu-elukan layaknya seorang legend, bahkan masuk ke program berita prestisius di salah satu stasiun televisi. Lalu industri, ibarat mercusuar, langsung menyorot lampu ke arahnya. Pemuda itu ditawarkan uang banyak dan dilelang ibarat barang.

Aksinya hanya satu. Tidak, ia tidak membuat lagu maha jenius. Ia hanya pemuda biasa menyanyikan ulang lagu India. Dan ibarat jamur yang diganggu lalu tumbuh jamur-jamur lain, maka sebentar lagi akan muncul di televisi orang-orang yang bernasib seperti si pemuda.

Melihat keadaan seperti ini, agaknya para penikmat musik yang ... (saya agak kesulitan menulis disini: berkualitas? non-mainstream? agaknya label itu terlalu eksekutif. "Berbeda selera" terdengar lebih baik) dan tidak melihat musik sebagai hiburan datar, harus mengurungkan cita-cita bahwa para pemuda dan pemudi negara ini akan berkumpul di suatu tempat untuk mendengarkan piringan hitam atau berjejal di depan auditorium untuk mendengarkan musik klasik.

Tapi mungkin ini, komunitas kecil yang terselip di balik rerimbun pohon di Jalan Aceh yang mungkin bisa memercikkan api kecil untuk mewujudkan cita-cita itu. Ruang kecil disediakan untuk mengapresiasi musik-musik yang tidak digandrungi banyak orang. Memang pernah tergaung musik-musik klasik dan piringan hitam, tapi komunitas mecoba membuka terhadap keberagaman selera (namun tetap dalam rel yang sama) lalu mencoba mengapresiasinya.

Kali ini saya membawa Gloomy Sunday karya Billie Holiday dalam kegiatan KlabKlassik Edisi Playlist #5. Awal saya tertarik dengan lagu ini adalah penasaran pada kisah dibalik lagunya. Sebelum saya berkisah, coba tolong kau dengarkan dulu lagunya:


Lagu ini disebut-sebut sebagai Hungarian suicide song. Memangnya benar-benar pernah ada bunuh diri massal yang pernah terjadi gara-gara lagu ini?

Gloomy Sunday diciptakan oleh seorang pianis dan juga komposer Hungaria bernama Rezső Seress (1933) yang lirik lagunya ditulis oleh László Jávor. Jávor memasukkan tema duka seseorang yang kehilangan orang yang dicintai dengan memutuskan untuk bunuh diri agar bisa bertemu dengan kekasihnya di kehidupan nanti. Seress sendiri mati bunuh diri pada tahun 1968 karena depresi dan trauma setelah dipenjara dan kematian ibunya di kamp konsentrasi Nazi pada Perang Dunia II.

Mitos menyatakan lagu ini berdampak secara signifikan terhadap meningkatnya jumlah kasus bunuh diri sehingga dilarang diputar dimana-mana. Ada juga yang bilang bahwa ini hanya strategi marketing agar lagu ini bisa hit.

Dari semua penyanyi yang menyanyikan lagu ini, saya memilih Billie Holiday--seorang penyanyi Jazz Amerika--karena ia adalah penyanyi yang berelasi kuat dengan lagu ini. Selain itu, dalam diskusi KlabKlassik, Billie Holiday disebut-sebut mampu membawakan emosi yang kuat di dalam lagu sehingga tanpa mendengar kisah dibalik lagunya pun, orang akan mendengar bahwa ada suatu pesan yang ingin disampaikan di dalam lagu. Selain itu mungkin emosi tercermin dari bass yang berdebam sepanjang lagu--tidak dikurangi walaupun vocal atau instrumen lain yang masuk--menggambarkan sisi gelap manusia.

Juga bisa jadi lirik lagu dalam Gloomy Sunday ini membawa musik hanya sebagai pengiring layaknya musikalisasi puisi. Namun kadang musik juga membawa dorongan bawah sadar yang membawa emosi-emosi agar semakin kuat.

Gloomy Sunday
with shadows I spend it all
my heart and I
have decided to end it all

Soon there'll be prayers
and candles are lit, I know
let them not weep
let them know, that I'm glad to go

---- Gloomy Sunday


Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…