Skip to main content

Sendiri


Pada akhirnya semua manusia akan berdiri di kakinya sendiri.

Saya tahu dan saya mengerti. Dengan kata lain, manusia tidak boleh bergantung kepada orang lain, secara finansial dan emosional. Karena orang lain mempunyai kehidupan sendiri dan membawa diri yang harus diurus. Apalagi jika bukan suami atau istri, bukan pula pacar, hanya teman. Oke, finansial bisa dicari. Tapi emosional?

Pernah saya sombong merasa bahwa diri ini adalah sosok mandiri. Kesombongan berakhir hingga kemarin malam, di tengah rasa takut dan cemas terhadap hidup, saya menyadari orang-orang yang sangat penting bagi saya (significant others) secara fisik dan psikis sudah jauh dari saya. Ah, ternyata saya juga emotionally dependent.

Parahnya mereka semua tidak ada di Bandung dan tidak semuanya terhubung dengan internet. Kata-kata pun tidak cukup untuk bercerita, apalagi terbatas oleh beberapa karakter saja. Mereka punya kehidupan masing-masing dan tidak boleh saya rongrong minta afeksi dengan porsi yang sama seperti dulu dan minta mereka berada terus untuk saya. Dulu jika ada masalah, saya bisa bercerita, namun sekarang tidak lagi. Namun bagaimanapun, saya tidak mau tersesat sendirian.

Ya, ya, saya tahu teorinya. Selamat datang, sendiri. Silahkan duduk, bangku di sebelah saya masih kosong.

Comments

Anonymous said…
..yup setiap orang pasti akan mengalami yang namanya sendiri..tapi kalau menurut saya kemandirian juga bukan berarti bebas dari ketergantungan orang lain – karena manusia adalah makhluk sosial..suatu waktu terkadang kita merasa butuh orang lain juga khan...heehe..yang penting bisa mengambil hikmahnya...mungkin itu juga proses pendewasaan..ahh ga tau juga sie..semangat saja nia, meskipun saat merasa sendirian..^^ ganbatte..:)
Nia Janiar said…
Hehe, iya. Makasih.. :)
BeluBelloBelle said…
hehehe kata orang sih semua ada di cara kita mengontrol pikiran, kesendirian pasti ada sih - ... lagi2 kembalinya bagaimana kita menyingkapi itu

Hehehe secara TUHAN itu ada dimana-mana, kalau sedang sendiri butuh cerita, berbawelk-bawel lah padanya, meski tak sepuas ketika melihat seseorang di depanmu yang akan berekspresi tapi LAGI_LAGI dibalik kesendirian itu ada MIRACLE atau MAGIC okey yang IA maksudkan untuk tiap personal yang merasakan sendiri di waktu-waktu tertentu mereka

(^_^)
Because of WE NEVER "REALLY" ALONE

Ayo-ayo tertawa lagi sajalah :)
Nia Janiar said…
Sekarang sih gue udah fine2 aja. Yaa.. ibarat iman lah, kadang kondisi mental juga naik turun :)

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…