Travelmate

Saya suka jalan-jalan ke tempat yang baru, eksotis, dan memiliki sebuah tantangan. Tentunya ketika jalan, jauh lebih enak jika ada teman karena: 1) bisa berbagi suka dan duka, 2) share cost, 3) menjaga satu sama lain. Mencari teman jalan (travelmate) juga harus satu ideologi: sama-sama nekat, sama-sama mau mencoba hal-hal baru, dan sama-sama mau diajak susah.

Beberapa kali ini, saya jalan dengan Eka. Sejauh ini saya merasa cocok dan sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga ritme jalannya sudah diketahui. Jadi, boleh jika ia dibilang travelmate saya. Eka juga orangnya nekat seperti saya, mau diajak dan mengajak susah, aware terhadap situasi, dan oke banget dalam budgeting. Saya dan Eka tentunya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun sejauh ini masih bisa ditolerir. Agaknya saya akan merekomendasikan Eka sebagai travelmate saya, pun (mudah-mudahan) sebaliknya.



Keterpakuan dalam travelmate juga membuat diri ini menimbang jika ingin mau jalan-jalan dengan orang lain. Apakah dia akan cocok sama saya? Apakah dia akan banyak mengeluh? Apakah dia tidak mau diajak susah? Wah, banyak sekali pertimbangan itu. Karena, travelmate selain bisa menciptakan liburan yang menyenangkan, mereka bisa juga berperan dalam gagalnya sebuah liburan. Belum lagi jika sepasang atau sekelompok manusia yang tidak cocok itu berada di antah berantah.

Tentunya tidak akan tahu jika tidak dicoba. Ada juga saat saya mencoba jalan dengan orang lain, nyatanya tidak cocok. Tidak menutup kemungkinan untuk mencari travelmate lain (misal, Eka adalah spesialis pantai dan ia tidak suka climbing. Maka, untuk climbing, saya harus mencari travelmate lain). Perempuan atau laki-laki. Asal tidak rese (misalnya harus tidur di kamar berAC) atau genit saja. Saya juga pernah mencari travelmate secara online melalui mailing list indobackpacker tapi orangnya tidak memberi kabar sampai detik saya berada di tempatnya. Ya, saya sih enggak masalah, namun bukankah kalau orang tersebut mencari atau bersedia itu artinya ia membutuhkan travelmate--untuk setidaknya--sharing cost?

Travelmate sebetulnya hanya salah satu faktor penting dari travelling itu sendiri. Apakah itu high cost atau low cost, apakah itu direncanakan atau go show, sebenarnya terserah. Karena esensi menyenangkan atau menyebalkan sebenarnya terletak pada tangan kita sendiri mau menciptakan yang mana.

Comments

G4reeLa said…
ah, ya... benaaar.
travelmate yang manyun melulu sepanjang perjalanan dan ngeluh2 akan bikin liburan jadi gag asik sama sekali.
Nia Janiar said…
Emberaaann..

Popular Posts