Male Chauvinist


Foto di atas saya dapatkan ketika saya pulang dari Pangandaran menuju Bandung. Saat saya menemani Eka shalat Maghrib, saya menemukan sebuah mushola di salah satu SPBU Nagrek dibagi menjadi dua bagian: laki-laki di dalam ruangan, perempuan di luar ruangan--tepatnya di pelataran mushola. Kesan pertama melihat pemandangan ini sangat membuat saya mengerenyitkan dahi karena saking terkejutnya.

Entah siapa yang melakukan pembagian tempat shalat sebusuk ini, tapi saya memiliki prasangka bahwa orang yang membaginya adalah seorang male chauvinist (kepercayaan bahwa pria itu lebih superior adanya) sehingga saking superiornya, mereka harus berada di dalam ruangan, bersajadahkan belasan baris sajadah, sementara perempuan hanya diberikan satu baris sajadah saja. Akibatnya, perempuan harus menunggu orang-orang yang selesai shalat agar bisa beribadah.

Kenapa, hey engkau si pembuat peraturan? Apakah kau takut masuk angin? Tidakkah kau melihat istrimu, anak perempuanmu, atau kekasihmu, menunggu lama di luar bersama angin malam sementara banyak ruang kosong di dalam mushola?

Comments

hotarukika said…
fotonya kurang jelas... pengen liat pembagiannya.
Nia Janiar said…
Cuma ada itu fotonya.. soalnya cmn dr hape dan pake night mode (riskan banget blurnya)..
Anankto said…
wah musti ganti HP klo gitu tuh, hehe.. salam blog walking

Popular Posts