Skip to main content

Jejaring Tulisan

Saya update ya jejaring tulisan saya yang tidak saya tulis di blog ini:

1. Mapay Cikapundung: Dari Sumur Bandung hingga Curug Dago

Agenda ngaleut pada hari Minggu (26/6) adalah menelusuri sungai Cikapundung dengan jalan kaki sampai Curug Dago. Karena titik mulainya adalah Sumur Bandung, maka saya membayangkan jarak yang harus saya tempuh. Ah, tidak masalah – pikir saya. Maka berbekal sepatu dan ransel, saya bersiap untuk ngaleut (berjalan beriringan).
Baca selanjutnya di:


2. Liputan Event: Peraduan Para Domba

Tiga puluh satu domba dipancang di sisi timur arena adu domba Babakan Siliwangi (Baksil) Bandung pada tanggal 05 Juni 2011, entah ada berapa domba yang dipancang di sisi baratnya. Domba-domba yang berasal dari Garut namun dibesarkan di berbagai daerah di Jawa Barat sengaja didatangkan dengan menggunakan mobil bak terbuka pukul 07.00 untuk diadu pada pukul 09.00. Sembari menunggu pertandingan dimulai, kami—anggota forum National Geographic Indonesia Regional Bandung—berkumpul sambil menunggu teman-teman yang lain datang. Beberapa ada yang sudah mulai memotret dan wawancara. Jumlah anggota yang terkumpul adalah 27 orang.

Baca selanjutnya di:


3. Liputan Event: Kampung Kecil di Balik Monumen

Adalah Kampung Seniman Bangun Pagi yang letaknya berada di belakang monumen dan berada di tengah-tengah rimbunnya pohon bambu. Di dalamnya terdapat beberapa saung yang memiliki fungsi masing-masing. Saung pertama yang kami kunjungi adalah Karinding Buhun (Karuhun). Saat kami datang, beberapa pemuda yang memakai pakaian hitam sedang memainkan alat musik karinding serta beberapa anak yang sibuk menonton. Karinding adalah alat musik purba yang dibuat dari bambu dan karet yang berperan sebagai senar.
Baca selanjutnya di:

Comments

andybowlingblog said…
banyak cerita yg dapat dipahami oleh saya sebagai orang surabaya.
Nia Janiar said…
Syukurlah jika tulisan saya bisa dipahami oleh orang lain :)

Terima kasih sudah berkunjung.

Salam,
Nia

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…