Pengamat Bisu



Mereka pasti suka merasakan kehadiranmu saat kamu sering berkunjung ke sana. Awalnya pasti mereka mereka juga mengintaimu, memperhatikan gerak-gerikmu, atau membaui aroma tubuhmu. Lalu setelah terbiasa, mereka merelakan rumputnya kamu tiduri, meminta dedaunan pohon minggir sebentar agar matahari menyinarimu, dan bersuka cita saat angin membelaimu. Karena saat itu kamu akan memejamkan mata, menghirup udara dalam-dalam, merasakan aroma tanah basah karena hujan semalaman.

Mereka suka kamu. Saya iri.

Kini taman tidak sama saat awal kamu datang. Mereka dan saya sama-sama kehilangan saat kamu harus pergi ke negeri seberang. Saya mendengar rumput-rumput yang tersedu, bangku-bangku rindu untuk diduduki, ayunan yang lesu, dan angin yang berbisik meminta kamu pulang.


Foto oleh: Julius Tomasowa

Comments

Sundea said…
Nia, kenapa gue sedih banget baca posting ini, ya?

Gue ga tau siapa yang pergi, tapi kesedihannya kerasa. Fotonya juga ngomong banget. Waktu lo bilang tamannya sedih, gue langsung kebayang gimana elemen2 di foto itu nangis dan keilangan ...
Nia Janiar said…
Wah? Iya? Padahal bukan pengalaman pribadi lho .. Hehehe.

Popular Posts