Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2011

Esensi Bahagia

Agaknya kemarin-kemarin ini saya melakukan sebuah kesalahan: saya mencari dan menggantungkan kebahagiaan saya pada orang lain. Bukankah--seperti kata Einstein-- jika ingin bahagia, gantungkan itu pada tujuan, bukan pada orang atau barang?

Misalnya begini. Jika saya kecewa dengan satu orang yang tidak bisa memberi kebahagiaan, maka saya akan mencari orang lain (sebagai distraksi) agar saya bisa mendapatkan kebahagiaan. Lantas, kenapa saya harus mencari esensi bahagia pada orang ketimbang membikin sendiri? Bukankah bahagia dan tidak itu kita yang memutuskan?

Salah satu tujuan dari tulisan ini juga untuk mengamini perkataan teman saya bahwa jangan pernah bergantung atau bersandar pada orang lain, karena pada akhirnya kita semua harus bisa berdiri di kaki sendiri.

Bukan berarti tidak butuh orang lain, tapi kita harus mandiri.

Jadi jika saya ingin bahagia dengan cara yang saya sebutkan di contoh atas lagi dan lagi, maka saya layaknya orang bodoh yang menggunakan cara yang sama tapi ber…

Di Pagi Buta

Jadi, di pukul 1:27 AM yang tertera ketika saya menulis kalimat pertama ini, saya masih dalam keadaan terbangun. Terjaga. Tidak terlelap. Malam saya habiskan dengan bikin laporan kerjaan, lalu menonton video di YouTube, berbincang bersama teman yang datang ke rumah, lalu membaca ulang tulisan saya di blog. Ternyata saya banyak menuliskan catatan perjalanan ya. Tidak ada catatan pribadi seperti sekarang. Ahk.

Jadi apa ya ... jadi di bulan ini saya melakukan banyak perubahan seperti mendapat pekerjaan baru sebagai kontributor website travelling, juga saya memperbaiki hubungan dengan bapak saya. Proses perbaikan ini diawali dari saya yang memerlukan waktu bertahun-tahun agar hari kemarin itu datang. Lalu saya dial nomernya dan berbicaralah saya dengan bapak. Kasihan dia. Kemarin sempat terkena serangan jantung dan kena koma.

Bapak bertanya tentang keadaan ibu saya. Saya bilang ibu kena stroke. Bapak kaget. Kalau saya sudah lewat kagetnya, juga perasaan sedih mengetahui saat orang tua men…

Telusur Citarum Purba

Saat SMS undangan ngaleut datang tanpa menyebutkan destinasinya, saya tidak memiliki bayangan hingga sms tersebut memberitahukan, "Seru beeng. Ngingetin sama ngaleut pertama kamu, Nia." Karena ngaleut pertama saya adalah menyusuri Sungai Cikapundung, berarti kali ini juga akan menyusuri sungai. Apalagi di SMS tersebut ada biaya transportasi Rp30.000,00, maka saya jadi curiga bahwa Minggu (23/10) akan pergi ke Citarum Purba.

Buku catatan kecil sudah dibawa. Kamera sudah dipersiapkan. Dan asumsi saya ternyata benar.

Dulu saya bertanya pada teman dimana itu Citarum Purba saat melihat foto-fotonya, dia membalas, "Rahasiaa." Meh. Melihat saya akan pergi ke sana, rasanya hati ini sudah senang duluan karena perjalanan sekarang ini akan menjawab sebuah rasa penasaran. Dengan carteran angkot di daerah alun-alun, masuk daerah Rajamandala-Padalarang hingga PLTA Saguling, sampailah saya ke sebuah sungai yang panjangnya kira-kira 225 kilometer ini.

Citarum ini dari kata Ci dan …

Catatan Perjalanan: Kendan dan Kamojang

09.10.11 adalah tanggal yang cantik, tanggal yang cocok untuk jadian atau menikah. Tapi saya (sayangnya) tidak jadian dan tidak pula menikah. Alih-alih keduanya, saya bersama Geotrek Indonesia pergi ke Situs Kendan dan Kawah Kamojang yang berada di Cicalengka dan Garut.

--setelah dibaca ulang, ternyata dilakukan di hari Sabtu (08/10) tapi lead di atas tampak menarik dan sangat curcol, maka saya biarkan saja--

Kepergian saya ke dua tempat tersebut sebenarnya sangat mendadak. Sudah jauh hari Bang Ridwan, teman saya di Aleut sekaligus panitia dari Geotrek, memberitahukan tentang geotravel ini. Karena seminggu sebelumnya saya mengalami minggu yang berat, maka saya memutuskan di Jumat sore untuk ikut bersenang-senang keesokan harinya. Maaf, curhat.

Destinasi pertama kami adalah Situs Kendan yang berada di Cicalengka. Pak Awang, staf dari BPMIGAS yang menjadi pemandu kami, menjelaskan keadaan situs Kendan ini dari sisi geologis.  Situs Kendan ini terbuat dari bebatuan tuf (batuan dari debu …

Bernostalgia Bersama Keng

Suara kayu beradu di lantai marmer. Tak tok tak tok—begitu bunyinya. Terukir sebuah ukiran cantik dipinggir-pinggirnya, berpadu dengan serat-serat kayu yang menjalar beraturan. Dipakai sebagai alas, menghiasi kaki-kaki. Kelom geulis siapakah ini?

Semenjak mall Sultan Plaza belum menjadi bangkai besar seperti sekarang ini, saya sudah berkali-kali melewati sebuah toko kecil bertuliskan Kelom Geulis Keng semenjak saya kecil. Namun dari saya kecil itu hingga sebesar sekarang, saya sama sekali belum pernah datang ke sana. Beruntung hari Minggu (09/10) kemarin, Komunitas Aleut mengajak saya dan teman-teman ke toko yang menjadi bagian sejarah fashion mode  para mojang Bandung.

Kelom diambil dari bahasa Belanda yaitu klompen. Ini merupakan sandal perempuan yang terbuat dari kayu. Sebelum menjadi trend seperti sekarang, nyatanya dulu juga pernah menjadi trend busana bagi para mojang Bandung yang dipadukan dengan kain dan kebaya.  Kadang juga dipadukan dengan payung geulis yang motifnya sama de…

Satu Frekuensi

Perlu diakui bahwa saya sering melakukan aksi menguntit via social media seperti Facebook dan Twitter. Tidak dikhususkan satu orang saja sih, tapi banyak orang dari teman sendiri hingga orang lain. Mungkin istilah tepatnya bukan menguntit, tapi mengamati cara berpikirnya di status, hal-hal yang digemari, foto keseharian, dan lainnya. Dan hanya dilakukan sesekali, tidak terus-terusan.

Selain perorangan, saya juga mengamati yang berpasangan. Misal setelah mengamati si A, saya juga mengamati pasangannya yaitu si B. Menariknya, saya menemukan banyak persamaan. Entah itu cara berpikir, hal-hal yang digemari, dan lainnya. Persamaan itu menguatkan tentang asumsi bahwa jodoh itu adalah satu strata imajiner atau satu frekuensi. Misal, jika A nyentrik, maka B juga nyentrik. Jika A adalah geek, maka B juga geek. Jadi, asumsi A geek dan B populer itu nihil.

Birds same feather flocks together. Merpati tidak mungkin akan berkumpul dengan para elang.

Jika mau dilihat yang tampak secara fisik seperti …