Di Pagi Buta

Jadi, di pukul 1:27 AM yang tertera ketika saya menulis kalimat pertama ini, saya masih dalam keadaan terbangun. Terjaga. Tidak terlelap. Malam saya habiskan dengan bikin laporan kerjaan, lalu menonton video di YouTube, berbincang bersama teman yang datang ke rumah, lalu membaca ulang tulisan saya di blog. Ternyata saya banyak menuliskan catatan perjalanan ya. Tidak ada catatan pribadi seperti sekarang. Ahk.

Jadi apa ya ... jadi di bulan ini saya melakukan banyak perubahan seperti mendapat pekerjaan baru sebagai kontributor website travelling, juga saya memperbaiki hubungan dengan bapak saya. Proses perbaikan ini diawali dari saya yang memerlukan waktu bertahun-tahun agar hari kemarin itu datang. Lalu saya dial nomernya dan berbicaralah saya dengan bapak. Kasihan dia. Kemarin sempat terkena serangan jantung dan kena koma.

Bapak bertanya tentang keadaan ibu saya. Saya bilang ibu kena stroke. Bapak kaget. Kalau saya sudah lewat kagetnya, juga perasaan sedih mengetahui saat orang tua mengidap penyakit berat secara bersamaan. Tapi ternyata Tuhan masih sayang sama saya. Saya diberi keluarga dan teman-teman yang begitu menyayangi dan memperhatikan saya dan keluarga.

Lalu beberapa minggu yang lalu, si Yudo juga sempat nginap di rumah setelah sekian tahun tidak berjumpa. Lalu di lain kesempatan, saya (terus) belajar bahwa pentingnya tidak menyandarkan diri kepada orang lain karena yang menolong saya pada akhirnya hanya diri saya. Juga saya sedang berusaha memerintahkan si otak mengambil alih fungsi badan dari perasaan, dikempeskan lalu dimampatkan sebentar. Nanti kalau Tuhan mengizinkan, perasaan akan berkembang. Ya itulah.

Apalagi ya ... Saya banyak diskusi sama teman tentang pikiran positif, tentang memahami teman, tentang hubungan dengan keluarga. Dari diskusi ternyata banyak amanat yang bisa diambil yang bikin saya semakin bangga pada diri saya, saya terima semua kemenangan dan kekalahan yang pernah saya alami, dan saya peluk semua kenyataan di hidup saya: baik atau buruk.

Dan hingga akhir tulisan, saya masih berpikir-pikir apakah ini akan di-publish atau diarsipkan saja. Namun saya masih yakin tentang manfaat menulis jujur bagi diri serta orang lain.

Tuhan merahmati kita semua.

Comments

Budi Krisnadi said…
thx Nia... tulisan yg ini jadinya dipublish bukan diarsipkan :) jadi sy ikut mendapat manfaatnya...
Nia Janiar said…
Seneng kalau ada manfaatnya. Terima kasih kembali.

Popular Posts