Sophisticated

Dua puluh lima tempat yang harus diliput kemarin akhirnya selesai. Dari Bandung Utara hingga Bandung Selatan sudah dijelajah dalam 5 hari yang padat (dan ekstra 2 hari untuk beberapa tempat yang minta di luar jadwal). Di salah satu harinya, saya ditemani oleh Andika Budiman yang sudah mau mengantar ke Gunung Tangkuban Perahu dari pagi hingga sore. Padahal naik gunung bukan masalah perjalanan menuju ke sana dengan mengunakan kendaraan, tetapi juga masalah keliling jalan kaki untuk mendapatkan spot tertentu yang jaraknya tidak sedikit. Lagipula tidak hanya menemani ke gunung saja, tapi ke daerah yang jauh seperti Vihara Vipassana atau Gua Maria Karmel pun ia jabani. Salut untuk Andika!

Andika yang berbalur belerang Kawah Domas saat menemani liputan kemarin.
Untuk pembaca setia blog, pasti kamu sudah kenal Andika, tapi belum pernah kenal Sophie. Maka, di hari yang berbahagia ini (karena ini awal bulan dan sudah waktunya gajian itu pasti membahagiakan), saya akan bercerita tentang Sophie. Ia, yang hampir dua tahun ini setia menemani saya, membantu saya memaknai jurnal dan reportasi perjalanan saya. Sophie--kependekan dari Sophisticated--adalah netbook HP Mini 110-1000 yang saya miliki semenjak saya jadi guru dulu. Warnanya hitam, tektur lingkaran ada di cangkangnya yang membikin Sophie tidak biasa, juga keyboard lebar dan empuk. Agak mirip dengan pemiliknya. Ehm.

Kata Aristoteles (kalau tidak salah) tujuan manusia ke bumi adalah untuk menamai benda-benda.
Banyak debu. Keseringan buka. Keseringan dibuka artinya keseringan dipakai. :D


Ada card reader yang membantu banget proses pemindahan foto hasil liputan.
Desktop ramai sama foto.

Pada saat beli ini, beberapa teman saya juga beli netbook dengan merek lain. Tapi baru beberapa bulan berjalan, ada yang sudah diservis atau harus membeli baterai karena ngedrop. Rasanya saya membuat pilihan yang tepat dengan membeli netbook HP ini karena tahan lama. Bagaimana tidak, ia mampu bertahan 4 jam tanpa pasokan listrik sehingga memudahkan saya ketika mobile dan harus mengetik. Juga sering saya bawa ke luar kota bahkan naik gunung karena ada beberapa hal yang harus segera diketik dan dikirimkan. Tentu, jika bukan kelebihan dan kemudahannya, kelancaran menghasilkan karya-karya seperti ini jadi terbantu.

Travel Club Magazine, 2011
Liburan Magazine, 2011
Travel Club Magazine, 2011
Dalam perjalanan, Sophie beberapa kali pernah terjatuh, baik saat memakai tas netbook atau telanjang sama sekali. Untungnya saat dinyalakan, netbooknya tidak pernah blank dan masih berfungsi seperti biasa. Namun, untuk ukuran sebuah netbook, dalam mengedit foto atau video dengan resolusi besar dan kapasitas banyak, agak kesulitan karena bisa freeze atau lag sebentar. Selain dari itu, HP Mini 110-1000 ini tidak ada keluhan sama sekali. Pembuatan media visual seperti saat membuat slide powerpoint ketika saya jadi pembiacara di seminar kepenulisan Institut Pertanian Bogor (IPB) pun lancar jaya!

Kebutuhan saya sebagai city contributor, freelance travel waiter, atau internet geek rasanya sudah terpenuhi. Walaupun jika nanti kebutuhan sudah meningkat, tidak ada alasan untuk mengganti brand Hewlett-Packard yang sudah dipakai selama bertahun-tahun ke brand lain. Apalagi ada prestige sebagai nilai tambahan untuk saya sebagai konsumen. Juga saya sebagai teman Sophie.


[Dibuat untuk HP Blog Competition "Me and My Idols"]

Comments

Andika said…
Gw idola elu Nia? Wah ga nyangka, ckckck..

Eh. Ini ttg Sophie ya? Ups...
Nia Janiar said…
Coba liat itu porsi paragrafnya besaran yang mana antara lo dan Sophie.. haha.
Sundea said…
Hi, Sophie, ayo kenalan sama Kk Dea =D
Anonymous said…
Hahahahaha...kaliaaann, ckckckckk... :)

=Neni=
Nia Janiar said…
"Halo, Kakak Dea.." kata Sophie.

Popular Posts