Jumat Kala Itu

Jumat kala itu sangat berkesan buat saya. Saya, Andika, Neni (dan teman-temannya) nonton teater boneka bertajuk Spleen: Puisi dalam Prosa. Apa spleen itu? Arti harfiah dalam bahasa Inggris adalah limpa. Berdasarkan katalognya, dituliskan bahwa dunia intelektual Inggris abad ke-18, sikap melankolis terhadap dunia dinamakan spleen. Kemudian di abad 19, perempuan yg sedang tidak enak hati dikatakan terserang spleen. Dalam bahasa Perancis, spleen menggambarkan hati yang merenung-sedih atau melankolis.

Lalu Spleen yang kemarin diadakan adalah kaleidoskop gambar, lagu, dan miniatur yg terinspirasi dari puisi karya Charles Baudelaire (1821-1867). Dalam teater ini mencoba menggambarkan manusia modern yang rindu akan hidup dan kematian, melakukan pencarian akan keabadian dan kesia-siaan brutal. Dipentaskan oleh Wilde dan Vogel, teater keliling profesional yang berdiri dari tahun 1997 ini menghadirkan pertunjukkan yang magis sekaligus aneh.

Walaunpun saya tidak mengerti dengan puisi berbahasa Inggris yang menjadi latar/narasi pertunjukkan, saya pribadi menyukai teater boneka ini karena pertama kali melihat boneka yang digerakkan pakai benang, cerita yang pahit dan bersifat khayali, serta Vogel dapat membikin boneka-bonekanya berkarakter dan terasa hidup. Belum lagi violin yang mendayu-dayu atau gitar listrik yang bergetar keras yang dimainkan Charlotte. Perkawinan musikal-artistik ini membikin saya hanyut pada pertunjukannya.

Bagi yang mau lihat, saya sudah mendokumentasikan dan mengunggah potongan adegannya di YouTube. Silahkan disantap!


Saat pulang, rupanya saya mendapat kejutan lain dari teman saya, Andika dan Neni, yaitu sebuah buku yang berisi tulisan-tulisan saya yang mereka buat sendiri selama 2 minggu. Dalam rangka ulang tahun saya ke-25, Andika dan Neni mengumpulkan tulisan-tulisan saya yang mereka suka di blog, disortir, kemudian Neni mengawinkan foto dengan tulisan (layout), menulis berpatah-patah kata tentang saya ... dan terjadilah!


Huah! Pada saat itu saya sampai berkaca-kaca karena terharu atas kejutan dan apresiasi teman-teman saya. Menulis adalah hal terpenting untuk saya dan mereka membukukannya. Pantas saja Andika ini aneh sekali tingkah lakunya dan pakai acara deg-degan. Ini salah satu hadiah terbaik yang pernah saya dapatkan. Terima kasih Andika dan Neni, semoga nanti jadi buku betulan!

Jumat kala itu, ada pengalaman baru, kejutan yang menyenangkan, serta ulang tahun perak. Kemudian tengadah ke atas langit, Tuhan menghadiahkan langit cerah berhias bintang dan bulan sabit.

Comments

Popular Posts