Skip to main content

Misjudged: Fashion Interest

Secara diam-diam, atau mungkin memang tidak diperbincangkan atau tidak ditunjukkan, saya senang melihat fashion. Selain melihat di website, saya juga sering melihat peragaan busana di YouTube terutama adi busana (haute couture). Salah satu perancang kesukaan saya adalah John Galliano. Selain itu, saya juga suka sama Alexander McQueen.

Selain keindahan dan keanehan, saya suka dengan pria yang berpakaian rapi. Di website yang saya ikuti secara reguler, http://www.thesartorialist.com/, ditampilkan foto perempuan dan laki-laki yang berpakaian dengan jangkauan yang lebih luas. Di bawah ini saya akan menampilkan beberapa foto yang paling saya suka. Semua foto milik The Sartorialist.

Pendiri, blogger, serta fotografer The Sartorialist: Scott Schuman.
Very well-dressed. Love it.

Saya agak kurang ngerti nama-nama pakaiannya. Tapi gaya semi resmi juga cukup mengagumkan.

Walk like a boss. Saya juga suka sarung tangannya dan long coat-nya. Very sophisticated!

Suka sekali dengan kerapian jahitannya. Rapi, klasik, dan elegan!
Gaya ini mengingatkan saya pada Scott Disick.

Saya suka pria yang pakai baju hitam. Apalagi jika pakai aksesoris yang tidak berlebihan.
Apalagi kalau ganteng. Yum.

Wih, ini gayanya sangat maskulin sekali. Jaket kulit pantas dikenakan bagi yang pantas.
Kalau tidak pantas, kelihatannya akan seperti bikers atau pegawai yang pulang pergi pakai motor.
Maaf, saya engga suka bikers.

Selain fashion, saya juga mengikuti tutorial make up yang ada di YouTube seperti Michelle Phan, Promise Tamang Phan, juga tutorial fashion ready to wear dari Chriselle Lim. Memang secara penampilan, orang mungkin akan kaget bahwa saya keranjingan hal-hal seperti ini karena saya tidak modis dan tidak pakai make up pula. Tapi  tidak memakai bukan berarti tidak suka, 'kan?

Tapi kalau politik dan matematika, jelas saya tidak suka.

Comments

Anonymous said…
uwow...the other side of you!!:D

pantesan ngeh sama si Tex Savario
hehe

-egowati-
Nia Janiar said…
Lets playing dress up!! :D

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…