Residu

Setiap orang pasti memiliki sisa-sisa urusan di hidupnya yang tidak terselesaikan. Anggap itu namanya residu karena bentuk urusannya mengendap dalam berbagai bentuk: tetap sebagai urusan atau kepribadian. Lalu kemudian karena tidak terselesaikan, residu tersebut diturunkan kepada anak cucunya. Dibebankan. Diminta agar dibersihkan atau diselesaikan. Belum lagi ia sendiri punya residu pribadi. Jadi ampas-ampas tersebut semakin lama semakin membesar dan memberatkan saja.

Anak yang dilahirkan tidak meminta beban tersebut, ia diberi secara cuma-cuma. Ia harus membersihkan ampas orang tuanya. Kalau tidak sanggup, maka ia turunkan lagi ke keturunannya. Begitu terus.

Residu, berputar terus sehingga ia tidak hanya ampas, melainkan sampah itu sendiri.

Comments

Sundea said…
Beberapa hewan ternak doyanannya ampas lho. Daripada mubajir kita jadiin makanan ternak aja ampasnya.

Ato dinyanyiin "Ampas, ampas pirang, pirangku belum masak ..." =D
Nia Janiar said…
Hehe, kemarin-kemarin gue coba cari asal analogi "kasih ke makanan ternak aja". Hehe..

Popular Posts