Daging Busuk

Daging busuk ada di kaki kananku. Warnanya hitam dan berbau. Terkadang terlihat beberapa belatung dari dagingnya. Belatung gendut berwarna putih itu merayap di tengah makanannya. Di malam hari mereka berpesta pora, terkadang tercium bau vodka. Paginya aku merasakan sakit sekali, setiap hari.

Daging busuk menjalar keseluruh kakiku. Rasanya sakit dan ngilu. Berjalan pun hanya mengandalkan kaki kiriku. Kalau berjalan, para belatung berjatuhan, menimbulkan jejak di jalan, lalu mereka berkeliaran, menjalar mencari makanan.

Sering kuacuhkan daging busuk di kaki kananku ini. Kadang kutengok sebentar lalu kubuat lupa lagi. Setiap sakitnya aku nikmati agar aku bisa melaluinya. Berpura-pura sembuh, berpura-pura kaki kanan bisa menginjak tanah lagi.

Tapi hari ini kutengok daging busukku. Belatungnya aku ambil satu persatu. Kubersihkan agar tidak terlalu berbau. Kubawa ke dokter agar ia memotong kakiku, agar tidak menjalar menghabiskan satu tubuhku.

Daging busukku sudah hilang. Hanya sedikit nyut-nyutan di dekat selangkangan--tepat daerah potongan. Aku nikmati lagi sakitnya, tapi setidaknya seonggok daging berbau tidak lagi menganggu pemandangan.

Comments

Popular Posts