Parasit

Dari semua ide tulisan yang akan dikerjakan tapi tidak kesampaian, saya akan menulis tentang parasit. Dalam KBBI, parasit adalah (1) benalu; pasilan; (2) organisme yg hidup dan mengisap makanan dr organisme lain yg ditempelinya; (3) ki orang yg hidupnya menjadi beban (membebani) orang lain. Karena saya tidak akan membahas benalu atau organisme, saya akan membahas poin ketiga.

Barusan salah satu teman saya datang ke saya untuk bercerita tentang perseteruan yang terjadi di keluarganya antara ia dan kakak iparnya. Katanya kakak iparnya ini menyela pembicaraan teman saya dengan kakaknya, ikut campur dalam sebuah percakapan yang tidak ia dengar seluruhnya, terjadi salah paham, lalu kakak iparnya berbicara kasar kepada teman saya semacam 'goblok betul!'

Jangan lupa pakai zoom in dan zoom out atau latar belakang lagu yang intens untuk mendramatisir keadaan.

Teman saya ini orangnya tidak reaktif dan tidak mudah berkonflik. Untuk menjaga perasaan kakaknya, teman saya memutuskan untuk menghindari situasi tersebut. Sadar akan sifat kakak iparnya, teman saya menyadari bahwa membalas ucapan orang itu tidak akan menyelesaikan apa-apa. Gemas, saya berkata pada teman saya bahwa saya akan membalas (dengan maksud bukan menyerang) ucapan kakak iparnya tanpa peduli harus menjaga perasaan kakak sendiri karena itu persoalan lain.

Namun saat saya sadar bahwa ia tinggal di rumah kakak iparnya, saya menjadi yakin bahwa apa yang ia lakukan itu ada benarnya. Masalahnya, teman saya adalah parasit atau orang yang membebani dan menumpang hidup di rumah kakak iparnya. Ia mengambil sari-sari kehidupan seperti makan, minum, berlindung, tidur, dan lainnya. Mungkin kalau teman saya tidak tinggal di rumah kakak iparnya, ia jadi memiliki kebebasan yang mengkonfirmasi atau berkonflik (dalam hal baik dengan tujuan menyelesaikan masalah) dengan kakak iparnya.

Sudah numpang, banyak maunya.


Bukannya rela diinjak-injak tapi lebih pandai menempatkan diri saja. Ketimbang konfrontasi berapi-api, bisa dilakukan pendekatan yang bertahap saat kepala sudah dingin. Saya bilang kepada teman saya bahwa bersabar saja. Apalagi saya tahu bahwa teman saya ini bukan tanpa usaha karena ia sedang berusaha untuk berdiri di atas kaki sendiri. Melepaskan diri dari parasit, menjauhi inang, dan menjadi pohon pribadi.

2 comments:

Sundea said...

Parasit itu duduk beramai-ramai. Para Sit.*teu penting* =p

Nia Janiar said...

Kalau paranormal apa ya, De? Normal bersama? Hehe.