Skip to main content

We Need To Talk About Kevin

We Need To Talk About Kevin adalah film yang disturbing. Bagaimana tidak, pada adegan pertama sudah disajikan pesta perang tomat (di Spanyol) dengan warna merah menutupi seluruh tubuh lalu sebuah rumah yang penuh dengan cat merah dan seorang wanita bernama Eva dengan penampilan kusut dan roman muka yang selalu cemas. Selain itu kelebatan masa lalu dengan gambar samar-samar juga mengiring penonton secara intens menuju cerita utama.

Berkisah tentang Eva, seorang ibu yang mengacuhkan dan tampak tidak menginginkan anaknya bernama Kevin. Saat Kevin bayi dan menangis, Eva hanya melihat Kevin tanpa berusaha mendiamkan atau menggendongnya. Bahkan ia pernah mendekatkan Kevin pada seorang pegawai yang sedang mengebor aspal untuk menelan suara tangis anaknya. Saat Kevin berkembang, Eva mencoba untuk mendekatkan diri pada anak laki-lakinya namun Kevin menjadi anak yang tidak responsif, membalas perkataan-perkataan dengan agresif, dan memandang dengan pandangan benci kepada ibunya. Ia seringkali sengaja buang air besar di pampers sehingga Eva harus menggantinya, mencorat-coret map langka kesayangan Eva, dan lainnya.

Perbedaan begitu terasa jika Kevin bertemu dengan Franklin, bapaknya, yang jarang di rumah karena sibuk bekerja. Ia sering mengobrol dan tertawa jika ada bapaknya. Bapaknya memberikan Kevin sebuah busur dengan anak panah agar Kevin memiliki kegiatan. Namun siapa sangka bahwa busur panah itu menjadi alat utama dalam perubahan cerita.

Rupanya Eva dan Franklin memutuskan untuk punya anak lagi yaitu seorang perempuan bernama Celia. Kelengkapan keluarga yang tampak bahagia membuat Franklin merasa berhasil membangun keluarganya padahal ia jarang berada di rumah. Franklin selalu menyangkal jika Eva mengeluh tentang Kevin walaupun Celia harus kehilangan sebelah matanya akibat kecelakaan saat sedang diasuh Kevin. Kecelakaan yang terjadi dijelaskan secara eksplisit di film.


Singkat cerita, setelah Eva dan Franklin bertengkar tentang rencana mereka untuk bercerai, Celia dan Franklin mati dengan panah Kevin dan pemuda itu membantai teman-teman sekolahnya, mengisolasi sekolah dengan gembok yang ia beli di internet. Saat selesai menembak teman-temannya dengan panah, ia berdiri di aula sekolah sambil membungkukkan badan layaknya aktor yang baru menyelesaikan pertunjukkannya. Kemarahan orang tua hingga sekarang (adegan Kevin dipenjara) terus berlangsung sehingga Eva selalu mendapatkan perlakuan yang tidak enak.

Film yang diadaptasi dari novel karya Lionel Shriver tahun 2003 ini menampilkan adegan-adegan implisit atau simbolisasi sehingga penonton harus menebak-nebak atau browsing lebih lanjut setelahnya. Misalnya perceraian membuat Kevin tahu bahwa hak asuh mungkin akan jatuh ke tangan bapaknya dan ia akan jauh dari ibunya, atau saat ditanya "why?" oleh ibunya, Kevin menjawab, "I used to think I knew. Now I'm not so sure." Konon di sumber lain dikatakan bahwa diam-diam Kevin juga mendambakan kasih sayang ibunya.

Karakter Kevin ini sociopath dengan perilaku agresif, kurangnya simpati dan empati, kebencian terhadap lingkungan sosial, tidak merasa bersalah, serta tidak menerima peraturan dan norma sosial. Apakah ketidaklekatan terhadap ibu memang betulan bisa bikin anak mengalami gangguan perilaku? Jawabannya: ya. Sebagai pengetahuan tambahan, ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa ketidakdekatan berpengaruh pada agresi dan kemarahan anak, penarikan kedekatan di usia dini juga bikin anak cemas yang membawa ketakutan pada intimasi. Justru asuhan dari seorang ibu dapat menolong anaknya untuk membangun kecerdasan emosional, mendorong mereka untuk bercerita tentang perasaan-perasaannya dan mengenali perasaan orang lain.

Walaupun film ini seperti Dementor yang menyerap energi positif orang yang menontonnya (tergantung), We Need To Talk About Kevin adalah film yang layak ditonton. Aksi nonverbal Kevin yang diperankan oleh si tampan Ezra Miller serta perilaku-perilaku yang membikin penonton terperangah memperkaya film yang penuh muatan psikologis ini.

Comments

Zia said…
Novelnya sangat saya suka. Karakter di dalam cerita sangat kuat dan memberikan gimmick yang selalu membuat penasaran. Baca review ini saya jadi ingin cepat2 nonton filmnya.

Nice sharing...

Salam hangat,
Zia
Nia Janiar said…
Wah, mudah-mudahan film yang diadaptasi dari novel gak bikin kecewa. Karena biasanya pembaca buku selalu kecewa jika sudah nonton filmnya :D

Terima kasih! :)

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…