Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

Memaknai Rumah

Sebuah jalan selebar 1.5 meter mengiringi saya sampai tempat yang akan saya tinggali entah berapa lama. Di kiri dan kanan jalan terdapat rumah-rumah yang berdiri rapat dan saling himpit dengan tetangganya. Kerapatan bukan hanya masalah kiri kanan, tetapi pintu depan dengan batas jalan yang kadang hanya menyisakan sebaris lantai selebar sekitar 50 cm saja.

Tiba-tiba saya terbayang dengan rumah teman saya. Saat ia membangun rumahnya, saya ingat bagaimana ia mendiskusikan dan menambahkan beberapa fungsi untuk mengisi ruang luas di atas tanahnya. Ia menyediakan tempat untuk halaman depan dan belakang serta garasi yang bisa membuat hingga dua mobil. Saya begitu senang ketika rumahnya jadi, turut mengagumi keindahannya, dan menikmati atmosfirnya.

Bayangan saya terasa jauh dan asing ketika saya melihat rumah-rumah rapat ini. Mereka tidak punya halaman. Kalaupun ada ruang hijau, hanya terisi dengan satu pot tumbuhan. Selain itu mereka punya motor yang diparkir mepet ke tembok rumah. Tidak ada…

Mereka yang Susah Tidur

Jadi ceritanya saya agak-agak putus asa dengan jadwal tidur yang semena-semena. Seminggu yang lalu, saya selalu tidur jam 6 pagi. Minggu sekarang, saya tidur jam 10 malam, terbangun dari jam 1 hingga jam 6, lalu berangkat kerja. Rasanya enggak enak sekali. Apalagi saya sekarang ngekos di rumah yang cukup sepi. Untungnya ada modem yang selalu siap menemani. Hey, it rhymes! Di tengah keputusasaan ini, saya memikirkan untuk membeli obat tidur yang dijual di mini market. Saya juga browsing tentang penggunaan obat alergi yang bisa dipakai obat tidur karena efek sampingnya. Dari semua pencarian, rata-rata menyarankan untuk tidak menggunakan obat apapun. Saya juga menemukan tips-tips tidur untuk kalian, oh nocturnal creatures, yang menurut saya masuk akal.

Saya langsung salin dari sumber di Yahoo! Answer, sedikit tambahan komentar dari saya beberapa kalimat di bawahnya. Dan tentunya salinan ini lebih baik karena tanda bacanya lebih bagus ketimbang sumbernya. Btw, penulis berujar:

1. Jangan ti…

Pewarasan Standar Sinetron dan Lagu Murung

Saat menonton televisi dari pukul 6 sore hingga tengah malam, pasti akan ditemukan acara rutin yang diselenggarakan stasiun televisi yaitu sinetron yang ditayangkan hingga ratusan episode. Dari beragam sinetron yang ditayangkan, rata-rata memiliki kesamaan tema yaitu cinta, plot berkisar tentang dua orang yang tidak bersatu namun cerita akan berakhir manis, karakter selalu ada antagonis yang menghalalkan segala cara dan protagonis yang selalu menangis, twist cerita bahwa ada dua anak yang tertukar atau hilang ingatan, dan setting berkisar rumah atau kantor.

Saat mendengar radio juga akan ditemukan lagu-lagu yang berpusat pada tema yang sama, mengenai sebuah perasaan cinta yang hanya dibedakan berdasarkan variasinya: cinta segitiga, bertepuk sebelah tangan, ditinggalkan, dan lainnya. Lagu diiringi dengan musik melankolis, mendayu-dayu, serta nada yang melintat melintut ala dangdut.

Lalu orang-orang (termasuk saya) akan mengeluh betapa buruknya produk media (terutama elektronik), tidak …

Realita Dalam The Raid

"Aduh, gue mending nonton film horor deh!" ujar salah seorang wanita yang duduk di belakang saya. Saat itu di layar sedang ditampilkan tentang sekelompok polisi khusus yang berada di dalam apartemen/rumah susun kumuh dan terjebak bersama para penghuni rusun yang siap membunuh. Polisi khusus yang berbekal pistol itu harus melawan penduduk setempat yang juga membawa pistol, golok dan pedang panjang, dan bela diri dengan tangan kosong.

Diam-diam saya menyetujui ucapan wanita itu. Karena sepanjang film, saya berpegangan pada kerah kemeja, menenggelamkan setengah muka ke dalamnya, mengaduh sama Rulli--saudara saya yang mengajak saya nonton The Raid--sambil bertanya dalam hati, "Kenapa gue nonton film ini?" lalu melihat jam, lalu menyadari bahwa saya baru 10 menit ada di dalam bioskop.

Ini bukan pertama kalinya saya nonton film bunuh-bunuhan dan berdarah-darah. Sebagai contoh, walaupun linu, saya menikmati Kill Bill. Tapi The Raid ini lebiiih dari film-film yang pernah …

Cupcake di 90Gourmet

Okay, jadi ini kisah agak kampring punya. Tadi, untuk kali pertama, saya ke 90Gourmet yang ada di Jl. R. E. Martadinata padahal restoran ini deket banget dari rumah. Alasan penundaan itu terjadi karena dua alasan. Pertama, 90Gourmet terlihat besar dan mewah dari luar sehingga diasumsikan harganya pasti mahal. Kedua, ada asalan yang tidak bisa dijelaskan seperti semakin dekat sebuah tempat menarik dari tempat tinggal, konon kecenderungan untuk datang semakin kecil.

Sebelum pergi ke sana, saya melakukan aksi jelajah internet. Memang harga makanannya bervariasi. Selain makanan barat seperti pizza (juga ada alcoholic beverages), di sini juga ada makanan Jepang seperti sushi. Namun sungguhlah saya tidak membeli semua itu karena alasan ketiga saya datang ke sana adalah ingin mencoba red velvet yang disarankan teman. Penyaranan ini datang ketika saya sibuk bertanya tentang tempat beli cupcake yang enak.

Saat saya datang, saya disambut dengan ramah dengan pegawainya. Dari pintu masuk pun sud…

Cupcake!

Ceritanya, semenjak cupcake menjadi kue yang begitu tren saat ini, saya penasaran betul. Pertama, saya belum pernah mencoba (padahal hanya bolu biasa pakai krim dan topping). Kedua, karena saya sering nonton Cake Boss di tv kabel, saya penasaran betul dengan topping yang warna-warni namun bisa dimakan. Jadi, selain penasaran, saya memang ingin makan.

Saat ada acara mini bazaar, ada salah satu tenant bernama Bite 'Em yang jualan kue mangkok ini. Ia menawarkan dua varian rasa: cokelat dan red velvet (vanila). Karena saya sudah mendengar kemahsyuran red velvet, maka saya memesan itu. Ternyata saya bisa pilih warna krim yang ada di atasnya dan memilih topping-nya sendiri (dengan harga berbeda). Baik! Mari kita salurkan kreativitas ini.

Topping yang kayak manik-manik itu ternyata bisa dimakan, saudara-saudara. Topping-nya terbuat dari gula, krimnya terbuat dari mentega. Karena kuenya berwarna merah, maka saya pilih topping yang kontras tapi masih layak dipadupadankan. Ini dia hasilnya!


Agenda Kreatif di Akhir Pekan

Belum punya rencana untuk akhir pekan ini? Titik Oranje akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik nih dari tanggal 5 -7 April 2012. Tapi puncaknya di tanggal 7 April karena ada workshop menggambar, garage sale, akustik, dan mini bazaar yang diisi beragam tenant seperti Reading Lights, Elina Keramik, Bakmie Gandaria, Kanya Scraf, Lokaliving, dan lainnya. Semua kegiatan diadakan pukul 9.00-17.00. Kegiatannya diisi sama workshop yang kreatif dan seru banget dan bisa diikuti oleh semua umur dari anak-anak PG, TK, SD hingga dewasa.

Untuk info lebih lanjut, keterangannya ada di bawah ini. Ditunggu kedatangannya!


Terpanggang di Bawah Matahari

Seorang wanita berdiri menenteng senjata di kedua tangannya. Rambutnya yang dikepang serta sebuah topi di atas kepalanya. Ia juga memakai seragam seperti tentara. Siapakah ia? Siapa yang ia lawan? Tahukah ia bahwa negara yang dipijaknya ini sekarang sudah merdeka?

Tanpa menghiraukan terik matahari yang panas, ia tidak berpindah dari tempatnya. Ke manakah ia memandang? Apakah tatapan tanpa kedip itu mengarah Hotel Aston, Hotel Kedaton, sebuah billboard iklan, dan kawasan luas yang dulunya bernama Kampung Apandi--diambil dari seorang tokoh yang berkontribusi dalam sejarah perkembangan buku di Bandung karena telah mendirikan sebuah percetakan bernama Toko Tjitak Affandi? Atau hanya membayangkan sebuah panorama Bandung yang dulu langitnya pernah berkilau karena kota ini berkobar laksana lautan api?

Instalasi di samping ini hanyalah satu dari sekian banyak yang ditujukan untuk mengenang jasa pahlawan. Bandung pernah mempunyai beberapa badan perjuangan rakyat melawan penjajah, salah satuny…