Skip to main content

Mereka yang Susah Tidur

Jadi ceritanya saya agak-agak putus asa dengan jadwal tidur yang semena-semena. Seminggu yang lalu, saya selalu tidur jam 6 pagi. Minggu sekarang, saya tidur jam 10 malam, terbangun dari jam 1 hingga jam 6, lalu berangkat kerja. Rasanya enggak enak sekali. Apalagi saya sekarang ngekos di rumah yang cukup sepi. Untungnya ada modem yang selalu siap menemani. Hey, it rhymes! Di tengah keputusasaan ini, saya memikirkan untuk membeli obat tidur yang dijual di mini market. Saya juga browsing tentang penggunaan obat alergi yang bisa dipakai obat tidur karena efek sampingnya. Dari semua pencarian, rata-rata menyarankan untuk tidak menggunakan obat apapun. Saya juga menemukan tips-tips tidur untuk kalian, oh nocturnal creatures, yang menurut saya masuk akal.

Saya langsung salin dari sumber di Yahoo! Answer, sedikit tambahan komentar dari saya beberapa kalimat di bawahnya. Dan tentunya salinan ini lebih baik karena tanda bacanya lebih bagus ketimbang sumbernya. Btw, penulis berujar:

1. Jangan tidur siang.
Betul. Namun saya bukan tipe orang yang suka tidur siang. Jadi, ini tidak berpengaruh.

2. Kenyangkan perut sebelum tidur minum susu, makan dsb, efek kenyang akan memberikan rasa kantuk begitu juga sayur kangkung bisa mengatasinya.
Tapi bagaimana dengan saran bahwa sehabis makan jangan langsung tidur?

3. Tenangkan diri, selesaikan masalah Anda, jangan berpikir mengapa tidak bisa tidur dan memaksa untuk tidur. Beban tidak bisa tidur akan memperparah keadaan.
Ini ada teori psikologinya. Kalau tidak salah (benar) namanya reverse psychology. Jadi, daripada berpikir "tidur, tidur, tidur" dibalik menjadi "bangun, bangun, bangun". Tapi ini tidak berhasil pada saya yang malah jadi semakin ingin terbangun.

4. Olahraga yang teratur dan aktivitas yang banyak kadang rasa lelah juga membuat kantuk.
Nah! Saya pernah membaca artikel tentang insomnia bahwa justru aktivitas yang banyak (berlebihan) juga tidak baik. Bahkan ada beberapa orang yang tidak bisa tidur karena saking lelahnya.

5. Jika Anda tidak dapat tidur malam dan biasa tidur siang, ubah kebiasaan ini secepatnya. Tahan dulu rasa kantuk di siang hari dan tidurlah malam harinya. Teruskan untuk hari berikutnya. Biasanya ini bisa mengatasi sebagian insomnia.
Betul. Konon untuk menciptakan kebiasaan, harus dilakukan secara berhari-hari dan konsisten. Ini harus konsisten!

6. Rajin doa dan bersyukurlah dengan keadaan Anda saat ini. Yakinlah susah tidur bukan masalah yang berat bagi Anda banyak orang yang juga mengalami susah tidur. Jangan terbebani, pikirkan orang yang keadaannya jauh lebih buruk dari Anda. Itu akan membuat Anda tetap bersyukur.
Masya Allah keren sekali tips ini. Saya sudah mencoba. Ternyata efek "jangan merasa sebagai orang menderita sedunia" itu lumayan ampuh.

7. Jika belum bisa tidur juga, coba jangan memaksa tidur, coba baca buku sejenak biar pikiran tenang.
Betul, tidak bisa dipaksa. Baca buku juga harus dipilih. Kalau baca stensilan malah tidak bisa tidur, kalau baca buku detektif malah bikin penasaran. Sebaiknya baca buku yang membosankan seperti ...

8. Kurangi minum kopi, alkohol atau merokok sebelum tidur karena bisa membuat terjaga apalagi asap rokok bisa membuat anda terbatuk-terbantuk dan susah tidur.
Saya tidak minum kopi. Bohong deng, saya minum kopi. Tapi setelah periode susah tidur, saya sudah tidak mengkonsumsi kopi, tapi hasilnya tetap sama. Dan untungnya saya tidak merokok. Ya, saya minum minuman beralkohol tetapi ini tidak setiap hari.

9. Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur Anda selanjutnya.
Betul! Sekali lagi: konsistensi.

10. Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat Anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
Euh? Dimana belinya? Berapa harganya? Atau justru: ada ya?

11. Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain-lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh Anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah Anda untuk tidur.
Bisa dicoba. Terutama yang melatih pernafasan karena riwayat pernafasan saya buruk. Yoga juga perlu. Relaksasi membantu mengurangi pikiran-pikiran yang menyebabkan stres karena salah satu faktornya sulit tidur bisa jadi akibat banyak pikiran.

12. Tidurlah dalam suasana nyaman, jauhkan dari musik yang keras, matikan lampu biar tenang.
Setuju. Saya paling engga bisa tidur dalam lampu menyala. Betul, betul, dan betul.

Jadi, sebelum mencoba obat-obatan, lakukan cara seperti di atas karena cara-cara terebut tidak memiliki efek samping. Dan siapa sangka, bagi orang-orang yang memiliki kesulitan seperti kita, tidur merupakan kegiatan yang harus dicapai dengan sebuah usaha.

Comments

Rainny Ranita said…
haduh iya teh, kirain saya doang nih yang sampe keselnya sama jam tidur yang semena-mena sampe pengen beli obat tidur dan bahkan tergiur sama obat alergi..

komen di tiap point nya idem juga sama yang mau saya utarakan, timurkan, barat dan selatankan..
:)

okelah kesimpulannya konsisten ya, baik *kepal tangan* saya bertekad kon sis ten..

good writing teh :)
Nia Janiar said…
Haha, lucu banget ini komennya. Semangaaat!

Thanks, btw ;)
Sundea said…
Niaaa ... belakangan gue juga lagi kaco nih tidurnya. Gara2 siklusnya rusak satu kali, efek domino, deh.

Tapi ... ya udahlah ya ... sampe saat ini sih gue ikutin dulu. Kalo nggak bisa tidur, ya gue nggak tidur sampe ngantuk biarpun ngantuknya kala pagi menjelang (seperti sekarang ini).

Tapinya lagi ... kayaknya gue musti mulai mikir gimana ngebenerin ni siklus biar sehat dan idupnya nggak aneh. Ato gue daftar aja jadi tukang ronda ato satpam jaga malem karena jam tayangnya udah pas, ya?
Nia Janiar said…
Haha, jangaaan.. meski satpam dan tukang ronda buka lowongan, jangan coba-coba deh, enggak baik buat badan :D

Gue dulu kalo ngantuknya cuman dikit, engga gue turutin. Yang ada gue bablasin sampai pagi dan bablas beneran sampai engga produktif di siangnya. Kalau kata gue, dikit-dikit diubah siklusnya, Dea.. jangan diturutin.

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…