Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Hingar Bingar Film Bisu

Saat mendengar akan ada sebuah band rock asal Prancis yang mengiringi film bisu secara langsung di Institut Fran├žais Indonesia (IFI), saya teringat dengan sejarah film di Bandung saat zaman Hindia Belanda. Pada saat itu, di Majestic, pernah ditampilkan film hitam putih dengan iringan kelompok musik secara langsung karena teknologi belum tersedia. Nada musik yang diberikan itu sama dengan suasana yang dipertontonkan film. Saya merasa konsep itu dibawa lagi ke zaman sekarang sehingga saya bisa merasakan sensasi yang sama dengan orang-orang yang nonton di Majestic saat itu.

Filmnya berjudul Nosferatu (1922) yang merupakan film horor masterpiece karya Friedrich W. Murnau. Filmnya bercerita tentang seorang perempuan bernama Nina yang mati digigit vampire sebagai bentuk pengorbanan agar si vampire mati. Walaupun tidak ada efek berlebihan, permainan bayangan di film ini benar-benar menyeramkan. Misalnya saat si vampire akan datang, diperlihatkan bayangan vampire perlahan-lahan muncul. Berawa…

Bunga Kol Milik Harri

Satu minggu menuju pernikahannya, hampir semua orang menyelamati Harri. Bagaimana tidak, perahu yang sudah berlayar kemana-mana itu akhirnya memutuskan untuk berlabuh juga, kemudian tinggal di pesisir bersama seorang perempuan bernama Naraya. Dia bukan lagi pelaut yang sekedar mampir untuk membeli barang saja, tetapi ia memutuskan untuk menetap. Tinggal. Membangun sebuah keluarga. Mengakhiri pengalaman terombang-ambingnya.

Calon istri yang dikenali setahun belakangan ini pun tidak kalah bahagianya karena lepas sudah beban dia dari pertanyaan kapan akan dinikahi oleh orang yang akhirnya berhasil ia taklukan--Harri, si kumbang sosialita kelas menengah atas yang dikenal suka gonta-ganti perempuan. Sebuah kebanggaan akhirnya tersematkan di dadanya, seperti pramuka yang menyematkan lencananya.

Semakin mendekati hari yang dimaksud, perempuan yang berkulit kuning langsat itu semakin sibuk merawat dirinya dengan rempah-rempah yang konon merupakan ramuan rahasia cantiknya wanita tanah Pasundan…

Ronggeng Dukuh Paruk

Saat film Sang Penari tayang di bioskop tahun lalu, saya melihat twit seorang teman yang menyatakan ketidakpuasan terhadap film ini, terutama tokoh utama--Srintil, diperankan oleh Prisia Nasution (kemudian ia menang sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di Piala Citra FFI 2011)--yang tidak terlihat Jawa eksotis. Selain itu juga film yang diangkat dari buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ini memiliki judul yang sama tidak eksotisnya karena dikecilkan maknanya menjadi Sang Penari.

Berbeda dengan teman saya yang di atas, teman saya yang lain merekomendasikan saya nonton film ini. "Filmnya bagus, berarti bukunya lebih bagus." Karena penasaran dan belum pernah membaca karya Ahmad Tohari, akhirnya saya membeli bukunya di bulan Januari 2012 dan baru selesai lima bulan setelahnya.


Novel ini merupakan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jentera Bianglala yang dijadikan satu. Kali ini saya tidak akan memberi komentar mengenai ceritanya tetapi mengenai t…

Jijik

Saat ia melihat mukanya, tak tahan ia itu untuk memasukkan jari telunjuk dan jari tengahnya masuk ke dalam mulut hingga kerongkongan. Bergegaslah isi perutnya ke luar. Dimuntahkan tepat di kaki orang tersebut. Bau asam segera tercium. Cairan kental merembes di sepatu canvasnya.

"Kamu menjijikan. Tidak pernah aku se-menyesal ini bertemu dengan satu orang. Kamu sampah. Kamu lemah. Yang bisa kamu lakukan hanya bersumpah serapah tapi kamu tidak bisa apa-apa, teramat banyak mengeluh tapi tidak pernah ada solusi. Belum lagi caramu memperlakukan orang lain yang semena-mena karena kamu sendiri enggan disakiti terlebih dahulu. Kamu membutuhkan keterjatuhan orang lain agar kamu merasa superior. Juga kamu akan menyalahkan orang-orang di sekitar atas ketidakmampuanmu. Terutama topeng keceriaan dan kebahagiaan yang selalu kamu pakai padahal betapa belatung kebencian dan dendam yang gendut itu terus menggerogoti daging di muka aslimu yang selalu kamu tutupi. Aku sangat benci kamu. Kamu menjiji…

Mengejar Matahari Sore

Tadinya hari ini saya berencana seharian saja di rumah karena--selain kemarin lelah sekali setelah meliput banyak tempat--perut saya kontraksi sedari pagi. Entah apa yang saya makan kemarin. Seharian saya makan obat dan minum banyak air untuk jaga-jaga agar tidak mencapai kondisi yang dulu pernah alami: muntah dan menggigil. Makan pun tidak enak karena perut terasa "penuh". Saya merasa lemas.

Tapi rencana kemudian gagal karena Rulli, saudara saya, mengajak makan siang bareng dengan keluarganya karena kakaknya (saudara saya juga) ulang tahun dan mau makan bersama. Lah, masa rezeki ditolak. Tentu saya ikut. Cuman saya sudah mewanti-wanti Rulli jika saya akan sewaktu-waktu butuh ke kamar mandi.

Kami pergi ke Nasi Bakar 15 yang ada di Jalan Cimandiri--samping Gedung Sate. Ini adalah kali pertama saya makan di sini. Bentuknya seperti warung besar dengan tempat duduk lesehan. Jelas kebersihan bukanlah prioritas. Kita harus meminta pegawainya dengan spesifik untuk membersihkan area…

Kosan Cozy di Bandung

Maaf nih pemirsa, mau iklan tentang kosan yang enak banget buat ditinggalin. Kosannya bukan tipe kosan kaku yang tidak ada sirkulasi udara. Di sini setiap kamarnya menghadap ruang terbuka (taman), terdapat pepohonan yang menyejukkan, dan kolam ikan. Untuk yang bawa mobil dan motor, tidak perlu khawatir karena parkirnya cukup luas.

Fasilitasnya juga tidak kalah menarik: tempat tidur, lemari pakaian, meja tulis, televisi (plus tv kabel), internet, kamar mandi dalam (shower dan air panas), cuci pakaian, satpam 24 jam, dan lainnya. Kalau lapar dan malas jalan juga tidak menjadi masalah karena terdapat sebuah restoran kecil di area yang sama dan bisa memesan makanan seperti nasi goreng, bakmi, dan lainnya. Namun restoran berada di bagian depan sehingga penghuni tidak perlu khawatir terganggu.

Kosan ini letaknya di Jalan Taman Pramuka. Sangat strategis karena terletak dekat Jalan R.E. Martadinata (Riau)--Bandung, dekat dengan tempat makan yang terkenal seperti cuanki yang ada di Jalan Seray…

Pulang Sebentar

Selama tiga minggu di Jakarta, akhirnya akhir pekan ini saya pulang ke Bandung. Di hari Jumat kemarin itu rasanya seperti orang pertama kali kencan: tidak sabar dan deg-degan. Memang agak berlebihan bagi teman-teman saya yang sudah berbulan-bulan di Jakarta dan tidak pulang. Maklum, ini pertama kali saya bekerja di luar kota dan jauh dari keluarga. Selain khawatir dengan keadaan ibu, saya sudah tidak sabar bertemu dan main dengan teman-teman karena pekerjaan di belakang layar itu sangat menjemukkan.

Saya naik bis Primajasa yang ada di Jalan M.T. Haryono--dekat dari tempat saya. Harganya murah hanya Rp. 45.000, selain itu juga tidak perlu reservasi segala. Aduh, bis ini ... saat di ditanjakkan Cipularang, ia tampak bersusah payah sekali sementara mobil lain melaju kencang di sisi kanan dan kiri. Saya berangkat dari Jakarta pukul 18:30 dan sampai di Terminal Leuwi Panjang pukul 21:30. Untungnya saya dijemput Rulli, saudara saya, di terminal yang letaknya jauh dari rumah. Sebenarnya saya…

Tuhan, Irasionalitas, dan Seks

Buku bersampul kuning kehijauan itu sudah lama mejeng di rak toko buku namun baru minggu ini saya membeli Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Jika tidak ada rencana menghadiri diskusi sore buku ini yang diadakan Reading Room Jakarta, mungkin saya baru akan membelinya dalam jangka waktu yang sedikit lama karena ada buku yang belum selesai dibaca. Tapi saya ingin saat diskusi nanti, saya bisa konek alias nyambung, dan terutama bisa minta tanda tangan. Maka pergilah saya ke sebuah mall gahul di bilangan Semanggi yang antri halte busway-nya bikin saya ampun-ampunan 7 turunan.


Cerita Cerita Enrico merupakan novel yang memiliki perbedaan generasi dan setting. Novel ini bercerita tentang anak yang ikut orang tuanya bergerilya ke pedalaman Sumatera di tahun 1950an, dibesarkan oleh ibu sehingga tokoh memiliki kesan yang sangat mendalam padanya namun ia menjadi dekat dengan ayah karena ibunya berubah karena kematian kakaknya. Enrico tinggal di sebuah tangsi militer sederhana, berinteraksi deng…