Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

Surat Untuk Padma

Padma yang kurindukan, 

Aku menghabiskan hari terakhirku di Bandung bersama Andika Budiman. Ia teman baikku. Ia bukan salah satu orang yang aku sebut namanya dalam devosi: penuh pujian dan disertai keinginan memberi. Semoga tidak ada prasangka darimu yang tidak pernah kentara namun kesannya tersampaikan juga. Atau itu yang diam-diam kuharapkan.

Di hari Selasa, setelah matahari beranjak sedikit dari tengah hari, aku dan Andika pergi ke galeri s.14 karena ada pameran berjudul Tales of Walking Island oleh Kemal Ezedin. Aku sudah mengetahui kabar beritanya di hari Sabtu sebelumnya karena keluargaku sempat berkata akan datang saat pembukaan pamerannya. Namun aku tidak bisa hadir karena--seperti yang kamu tahu--Sabtu adalah jadwalku menulis bersama teman-teman. Lalu tiba-tiba dosenku menautkan poster pameran di lini masaku. Kupikir, Semesta memberi tanda, akhirnya aku memutuskan untung datang dan mengajak Andika karena ia juga suka mendatangi pameran seni.

Kami sempat tersesat di daerah Cig…

Catatan Perjalanan: Krakatau

Setelah sekitar enam bulan mendekam diri di kamar, kantor, dan lingkungan sekitar .. akhirnya saya melakukan perjalanan pula. Setelah menjamah gegunungan dan dataran tinggi, saya merasa betul-betul rindu laut. Awalnya saya pilih yang dekat-dekat saja dari Jakarta yaitu Kep. Seribu. Tapi karena belum bertemu orang-orang atau EO yang mau ke sana, lalu kemudian ada EO yang mengajak trekking dan snorkeling di Selat Sunda, maka saya memutuskan untuk pergi ke Krakatau di pertengahan Juni kemarin.

Tentu, seperti biasa, saya pergi dengan Eka. Hanya ada beberapa tambahan yaitu teman-teman yang pernah kami temukan di perjalanan yaitu Sis dan Andrie. Saya dan Eka memutuskan untuk memakai EO saja karena sedang malas ngatur uang, bikin itinerary, mengatur tujuan mana yang akan didahulukan, dan lainnya. Mungkin itu lain kali saja, kalau destinasinya jauh dan dalam jangka waktu yang lama pula. Total yang saya habiskan dari EO yang saya jasanya dipakai adalah Rp. 550.000 dengan peralatan snorkeling.

#1: Monyet Jakarta

Jakarta adalah rimba, saya adalah monyetnya. Binatang yang--entah bertangan, berkaki, atau bertangan sekaligus berkaki dengan jumlah empat buah--perilaku bergelantungan dari pohon satu ke pohon lain terasa mirip seperti saya yang berpindah dari tempat satu ke tempat lain. Sebuah perpindahan yang menghabiskan banyak hal, terutama uang dan waktu.

Jakarta adalah sebuah negeri dongeng yang selama ini hanya saya lihat lewat layar kaca: pemberitaan dan warkop DKI. Lalu merambah ke sosial media dimana ada tempat-tempat asyik di sini seperti komunitas-komunitas baca buku, kepenulisan, galeri-galeri seni, perpustakaan yang tersembunyi, dan lainnya. Selain itu si negeri dongeng ini punya tokoh-tokoh yang saya ikuti perkembangannya terutama tokoh sastra. Berada di sini, saya merasa bahwa segala yang saya lihat dari kejauhan itu nyata. Bahwa penulis buku puisi Perahu Kertas dan Hujan Bulan Juni yang bait puisinya kerap dipetik orang itu benar-benar ada. Bahwa tempat yang pernah disambangi front p…