Kamar

Ruangan sebesar 3.5 x 3.5 meter itu cukuplah jadi rumah saya, tempat paling personal dan paling inti dalam diri. Yang lain bisa dijajah, diduduki, dan dikuasai, tapi tolong tinggalkan satu ruangan kecil agar diri bisa sebebas-bebasnya berekspresi--terutama untuk hal yang paling malas, menjijikan, dan memalukan jika dilihat orang lain. Tempat di mana diri bisa berkubang hingga bau, tinggal dengan nyaman di atas pecahan kapal, dan ... ambil jeda dari dunia.

Kamar saya bukan mushola, tempat transit, juga bukan tempat penitipan barang. Dia juga bukan ruang tamu di mana semua tamu bisa masuk dan mengobrol, dia juga bukan klien psikolog yang bisa diobservasi tiap detilnya, apalagi dia bukan pacar yang bisa kamu pegang-pegang. Kamu boleh masuk jika diundang.

Juga kasur itu. Kasur itu bukan pelacur yang bisa kamu tiduri sembarangan. Jamban itu bukan toilet umum yang kamu kencingi lalu keluar dengan cap terima kasih. Apalagi secara keseluruhan, ruangan ini bukan manusia untuk kamu kritik masalah berantakan atau tidak, masalah barang-barang apa yang harus ada di sisi kanan atau kiri, masalah sesak atau lapang. Kamu tidak tinggal di sini. Tutup mulut. Silakan keluar.

Satu orang sudah cukup banyak.

No comments: