Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2013

War Witch (Rebelle)

Awalnya saya kira film ini berkisah tentang penyihir untuk remaja dengan make up hidung panjang, topi kerucut, jubah, dan sapu terbang dengan cerita para penyihir yang sedang berkompetisi. Tapi ternyata film ini sangat jauh dari itu. Dengan berlatarkan peperangan, juga tokoh-tokoh berkulit hitam, dan latar belakang negara Kongo, film yang berjudul Rebelle dalam bahasa Prancis ini berkisah tentang Komona, seorang perempuan berumur 12 tahun yang diculik dari kampungnya untuk dijadikan tentara anak. Saat akan dibawa pergi, anggota kelompok perang sipil The Great Tiger, menyuruh Komona menembak kedua orang tuanya.

Di salah satu satu adegan perang, ia mendapat melihat hantu karena terstimulasi magic milk yang diminumnya. Hantu-hantu tersebut memberi peringatan untuk menjauhi dari semak-semak karena ada tentara. Kejadian ini membuatnya dianggap sebagai orang yang memiliki kekuatan spiritual (layaknya witch) dan bisa membantu si pemimpin pasukan perang Great Tiger.


Berada di lingkungan laki…

19 April

"Ibu sayang kamu!" begitu bunyi pesan yang masuk ke WhatsApp yang saya pikir datangnya sekitar tadi pagi. Pesan berikutnya adalah jeritan kebahagiaan bahwa ia sudah bisa menggunakan WhatsApp (padahal saya tidak ingat kapan ia memiliki smartphone, selain telepon genggam Cina yang jumlahnya empat itu.)

Lalu saya terbangun. Ternyata barusan saya memimpikan tentang pesan sayang yang diberikan ibu saya. Oh, ibu saya ulang tahun hari ini. Teringat tadi pagi sekali saya sudah nelepon untuk mengucapkan ulang tahun di antara ambang alam sadar dan mimpi.

Selama saya siap-siap ke kantor, saya memikirkan bahwa saya tidak pernah ingat bahwa ibu saya pernah bilang "Mamah sayang Nia" dan seterusnya. Ibu saya bukan tipe orang yang sayang kemudian diungkapkan dengan kata-kata. Ibu adalah tipe show, don't tell. Tapi bukankah terkadang orang ingin mendengar secara lugas apa yang orang lain rasakan? Bukan tanda-tanda atau perilaku implisit yang walaupun sudah jelas diketahui bahw…

Pria di Ujung Kiri

Mereka duduk berjajar di depanku, di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu. Kuhitung ada lima orang jumlahnya. Di sisi kanan terdapat tiga orang yang berkumpul bersama dengan perhatian yang terarah pada satu pria yang sedang heboh menceritakan apa saja yang ada di pikirannya. Kadang ia melucu sehingga membuat ketiga temannya tertawa terpingkal-pingkal. Candaan tanpa habisnya, seseorang sedang terlihat sedang berusaha menghangatkan suasana.

Atau entah memang dia sedang menikmati perhatian yang terlimpah padanya.

Sementara satu pria di paling kiri yang beberapa jengkal jauhnya terkadang melihat kepada polah teman-temannya kemudian tertawa sedikit saja. Selain itu, ia akan memainkan telepon genggamnya, menyeruput kopinya, atau memainkan pasir dengan kakinya. Kalau sudah bosan lihat ke bawah, ia akan lihat ke atas, menerawang ke langit yang maha luas. Atau lihat ke kiri dan ke kanan. Jika tertarik, maka ia akan memperhatikan teman-temannya. Ia akan bicara seperlunya. Ia tidak punya a…

#11 Lautan Grosir

Setelah sekian lama, akhirnya si monyet eksplorasi Jakarta di akhir pekan kemarin. Belakangan ini Sabtu dan Minggunya ia habiskan di kostan teman sepermonyetan yang adem di bilangan Jl. Radio, Blok M. Mana lagi pada saat itu sedang galau percintaan karena Bekantannya tidak ada kabar, oleh karena itu ia tidak mau berada di kostan sendirian. Eh, curhat.

Baiklah! Sudah lama monyet mendengar tentang Tanah Abang dan Mangga Dua ketika ia masih di suaka. Apalagi teman kostan monyet memanas-manasi "Tanah Abang itu pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara." Wogh! Walaupun si monyet bukan tukang belanja pakaian, monyet pikir tidak ada salahnya ia pergi ke sana agar rasa ingin tahunya terpenuhi. Ia memutuskan untuk bertanya ke teman kerjanya angkutan umum dari Jl. Pilar Raya ke Tanah Abang, ia direkomendasikan naik angkot KWK 09 disambung dengan M11. Saat ia akan menunggu angkot, ia lihat Kopaja 16 (atau 61) dengan tujuan Ciledug - Tanah Abang. Si Monyet tertarik dengan kopaja karena te…