Skip to main content

War Witch (Rebelle)


Awalnya saya kira film ini berkisah tentang penyihir untuk remaja dengan make up hidung panjang, topi kerucut, jubah, dan sapu terbang dengan cerita para penyihir yang sedang berkompetisi. Tapi ternyata film ini sangat jauh dari itu. Dengan berlatarkan peperangan, juga tokoh-tokoh berkulit hitam, dan latar belakang negara Kongo, film yang berjudul Rebelle dalam bahasa Prancis ini berkisah tentang Komona, seorang perempuan berumur 12 tahun yang diculik dari kampungnya untuk dijadikan tentara anak. Saat akan dibawa pergi, anggota kelompok perang sipil The Great Tiger, menyuruh Komona menembak kedua orang tuanya.

Di salah satu satu adegan perang, ia mendapat melihat hantu karena terstimulasi magic milk yang diminumnya. Hantu-hantu tersebut memberi peringatan untuk menjauhi dari semak-semak karena ada tentara. Kejadian ini membuatnya dianggap sebagai orang yang memiliki kekuatan spiritual (layaknya witch) dan bisa membantu si pemimpin pasukan perang Great Tiger.

Orang tua Komona yang menjelma hantu

Berada di lingkungan laki-laki, gadis ini dekat dengan seorang remaja bernama Magician. Dari awal sudah terlihat kalau Magician suka memperhatikan Komona dan melindunginya ketika akan dipukul oleh tentara lain saat terjatuh saat bekerja. Rupanya Magician suka dengan Komona. Ia juga mengajak Komona lari dari kawanan The Great Tiger dan meminta Komona menjadi istrinya. Komona menyanggupi asalkan remaja pria yang albino itu mampu memberinya satu ekor ayam jantan putih yang diragukan keberadaannya. Ternyata ayam itu beneran ada. Setelah dicari ke sana sini dan ditangkap dengan tangan kosong, Magician menikahi dengan Komona.

Kira-kira adegannya manis seperti ini

Magician kembali ke rumah pamannya yang merupakan tukang daging. Di sana mereka melakukan pekerjaan sehari-hari. Saat berada di kebun, mereka dihampiri oleh kawanan The Great Tiger dan menyebabkan Magician dibunuh karena sudah melindungi Komona. Perempuan yang baru menikmati masa-masa bersama dengan suaminya itu dibawa paksa dan kembali dijadikan tentara. Bahkan tidak hanya itu, ia juga dipaksa tidur dengan pemimpin kawanannya.

Dua tahun setelah suaminya dibunuh, Komona hamil. Ia berniat untuk membunuh pemimpin The Great Tiger dengan cara memasukkan silet ke dalam biji alpukat kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam vaginanya. Tentu ini menyebabkan alat kelaminnya sang pemimpin luka. Dalam keadaan lengah, Komona membunuh pemimpin tersebut dan kembali ke rumah pamannya.

Saat berada di rumah paman, ia sering dihantui oleh kedua orang tuanya yang meminta ia untuk menguburkan jasad orang tuanya. Ini membuatnya sering mimpi buruk, tanpa sengaja mencelakakan orang lain, dan akhirnya ia kabur ke kampung halamannya. Saat berada di perahu kecil, perutnya kontraksi dan ia melahirkan di daratan terdekat.

Walaupun latarnya begitu keras (perang, senjata, darah, pembunuhan), film yang disutradarai oleh Kim Nguyen ini berkisah tentang hidupnya Komona serta percintaannya dengan Magician. Apalagi poster filmnya memperlihatkan Komona dan Magician bergandengan tangan.


Film ini menampilkan adegan telanjang (walau tidak full body) serta adegan yang bikin linu seperti kepala bayi yang terlihat dari vaginanya Komona. Tentu film seperti ini tidak cocok jika ditonton bersama kekasih Anda yang masih di bawah umur.

Duh, ini review macam apa.

Intinya sih saya suka karena berbeda saja dengan film yang belakangan saya tonton. Durasinya kalau tidak salah hanya satu setengah jam, plot tidak lambat, dan tidak banyak mikir. Cocok ditonton di saat senggang.

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…