Skip to main content

Anna Karenina yang Memprihatinkan


Perihal Anna Karenina sudah terdengar sejak zaman kuliah karena novel karya Leo Tolstoy 1877 ini begitu terkenal. Bukunya yang berjilid-jilid serta cukup tebal membuat saya tertarik sekaligus enggan membacanya--apalagi saya memiliki kecenderungan tidak mengerti dengan karya-karya klasik para sastrawan dunia seperti Fyodor Dostoyevsky, Virginia Woolf, atau Ernest Hemingway. Kabar baiknya Joe Wright mengangkat novel ini menjadi sebuah film dengan judul yang sama di tahun 2012 dan dinobatkan dalam beberapa nominasi di Academy Awards dan Oscar. Jadi orang macam saya tidak perlu bersusah payah membaca novelnya untuk tahu ceritanya.

Tring!

Jadi kisah dibuka dengan Anna, seorang sosialita sekaligus istri kaya dari Alexei Karenin, yang melakukan perjalanan ke Moskow untuk membantu menyelesaikan masalah keluarganya. Saat akan turun dari kereta, dia berpapasan dengan seorang pria bernama Count Vronsky dan langsung saling tertarik pada pandangan pertama. Saat mereka akan pergi dari stasiun, seorang pegawai kereta api tergilas kereta kemudian Vronsky dengan cekatan memberi uang pada pihak kereta api untuk diberikan ke keluarga korban demi mengimpresi Anna. Kemudian mereka bertemu lagi dalam sebuah pesta dansa dan mereka yang saling tertarik ini justru menarik perhatian banyak orang.

Vronsky ternyata datang ke tempat tinggal Anna di St. Petersburg. Singkat cerita, mereka saling bertemu, semakin kuat ketertarikannya dan saling jatuh cinta. Hingga akhirnya Alexei Karenin menyadari bahwa istrinya mencintai orang lain saat mereka nonton pacuan kuda. Dalam acara tersebut, Vronsky jatuh dari kudanya dan Anna berteriak histeris di antara semua orang. Dalam kereta menuju pulang, Alexei berkata bahwa perilaku Anna itu tidak baik atas reaksinya yang berlebihan. Akhirnya Anna mengakui bahwa ia jatuh cinta pada Vronsky dan menantang Alexei melakukan apapun yang dia mau. Maka Alexei minta agar Anna tidak menemuinya lagi.

Kemudian Anna hamil, Alexei menemaninya saat sekarat pasca melahirkan dan bahkan memberikan pengampunan terhadap Anna. Namun Anna memilih untuk meninggalkan anak laki-laki dan anak perempuannya dan lari bersama Vronsky. Namun aib istri selingkuh didapat saat ia menghadiri sebuah acara dimana ia menerima cemoohan dan teman-teman sosialitanya. Hal ini membuat ia ingin cepat-cepat pergi ke kampung halamannya Vronsky. Namun pada saat itulah, Vronsky memiliki affair dengan Princess Sorokina. Akhirnya, Anna memutuskan bunuh diri dengan loncat ke arah kereta yang sedang berjalan.


Entah karena yang main Keira Knightley sebagai Anna atau memang masalah karakter, saya tidak suka sekali dengan Anna. Saya berada di pihak Alexei yang masih bermurah hati memberikan pengampunan pada seorang perempuan yang mengkhianati rumah tangganya. Lagian, duh, suruh siapa meninggalkan orang yang mencintai hanya demi orang yang disuka dalam pandangan pertama. Dan saya merasa Anna pantas mendapat ganjaran kalau ia diselingkuhi Vronsky pada akhirnya.

Tampak sinetron.

Namun kalau dipikir-pikir, kasihan juga wanita saat itu yaitu bagaimana dirinya begitu ditentukan oleh laki-laki. Ia tidak bisa menceraikan Alexei karena ia akan kelihangan hak asuh anaknya dan bermasalah secara hukum. Perempuan juga tampak didefinisikan kualitas moralnya jika ia mencintai orang lain. Judgement tidak diberikan pada Vronsky yang juga mengejar-ngejar istri orang.

Comments

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…