Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Threshold (Ambang)

Jiwa yang kering ini akhirnya basah juga. Aduh, kira-kira itu hal lebay yang saya pikirkan setelah melihat pameran Threshold (Ambang) karya Takashi Kuribayashi, seorang seniman Jepang yang lama tinggal di Jerman. Setelah bermukim di Bandung selama hampir tiga bulan, ia menyelesaikan karya lukisan, video, dan instalasi. Karyanya tersebar di dua ruangan Selasar Sunaryo Art Space yang terletak di daerah Dago.

Karya-karya Takashi terkesan spooky. Melalui karya-karyanya yang dominan monokrom, ia menggambarkan suasana Fukushima setelah reaktor nuklirnya rusak akibat tsunami tahun 2011. Suasana ini ia dapat saat menjelajah Fukushima dengan baju anti radiasi dan papan surfing yang ditempeli paku (karena dipercaya dapat menangkal radiasi). Salah satu hasilnya adalah seri lukisan berjudul New Chapter #I - #III dimana pohon-pohon tumbuh di atas mayat manusia, tanaman bunga matahari bermunculan dengan akar kecambah asli sehingga lukisan seperti karya 3D, pohon-pohon yang ditanam di atas tetrapod …

Late Marriage

Keluarga yang memaksa anggotanya untuk menikah dan mengusahakan perjodohan adalah tema yang sudah biasa. Hubungan yang tidak direstui orang tua atau pacaran dengan seorang janda juga bukan hal yang aneh. Hal-hal yang dekat dengan kehidupan ini menjadi tema dari film Late Marriage (2001) besutan Dover Koshashvili. Film ini berkisah tentang Zaza, seorang pria berusia 31 tahun yang berasal dari keluarga imigran Yahudi Georgia yang berpegang teguh pada tradisi, dijodohkan dengan beragam perempuan karena usia serta keinginan orang tua untuk menimang cucu.

Perjodohan Zaza tidak pernah berhasil. Ternyata ia memiliki hubungan dengan seorang janda beranak satu bernama Judith. Hubungan ini membuat keluarga besarnya marah. Sang ayah membawa ibu, nenek, adik, paman, hingga istrinya paman ke rumah Judith yang berusia tiga tahun lebih tua dari Zaza. Dengan baik-baik, pada awalnya, sang ayah menyatakan keberatan kalau anaknya berhubungan dengan orang yang lebih tua. Sementara ayahnya berbicara, par…

Away from Her

Kalau ada yang sedang kesulitan untuk melepaskan seseorang yang disayang, niscaya film ini akan membuat kamu nangis berdarah-darah. Atau tidak. Namun bagaimana tidak menyedihkan, film Kanada yang dibuat tahun 2006 ini berkisah tentang sepasang suami istri lanjut usia yang terkena masalah hubungan interpersonal di usia pernikahan yang senja. Masalah terjadi ketika Fiona terkenal Alzheimer's sehingga harus dirawat di nursing home. Di sana Fiona mulai kehilangan ingatannya tentang sang suami dan mulai membangun hubungan yang dekat dengan pasien lainnya.

Saat pertama kali Grant berkunjung ke nursing home untuk melihat-lihat, sang penyelia berkata bahwa ia dan istrinya tidak boleh berkomunikasi dalam bentuk apapun selama satu bulan agar istrinya dapat beradaptasi dengan baik. Awalnya ia sempat ragu dan menyatakan keberatan kepada istrinya karena mereka berpisah selama satu bulan lamanya. Lalu Fiona menenangkan, "Thirty days isn't such a long time after 44 years."

Setelah…

Sekelumit Tentang Minow

Perkenalkan salah satu penghuni rumah yang doyan jalan-jalan di pagi hari. Kucing anggora berbulu putih ini bernama Minow. Minow hadir di rumah semenjak salah satu mahasiswa kakak sepupu saya memberikan Minow sekitar lima atau enam tahun yang lalu. Semenjak itu, Minow resmi menjadi bagian dari keluarga.

Konon pemilik sebelumnya memiliki banyak kucing sehingga ia tidak sempat memberikan afeksi sentuhan pada Minow. Oleh karena itu, Minow sangat tidak suka disentuh. Ia juga bukan tipe kucing yang bergelayut manja di pangkuan atau mau ditimang-timang seperti anak tersayang. Minow hanya mau dielus saat ia mau dielus. Minow hanya mau bersandar saat ia mau bersandar. Minow tidak bisa dipaksa. Ia adalah kucing mandiri.

Duh, ini kucing apa majikan, tampak kompleks sekali.

Semenjak saya tinggal di Jakarta, rupanya Minow memiliki kebiasaan baru. Ia senang sekali berkunjung ke jemuran di lantai tiga. Setiap pagi, Minow dikeluarkan dari kandang dan dibiarkan berjalan-jalan. Kalau ia sudah melihat …

Setiap Bulan Berganti Syawal

Setiap bulan berganti Syawal, ia datang dengan gemerincing rantai dan gembok di tangan kirinya. Di ujung rantai terdapat sebuah bandul besi yang diseretnya sehingga menimbulkan bunyi linu di lantai. Grekk.. grekk.. bandul menimbulkan jejak hasil gesekan. Senyum menyeringai memperlihatkan gigi kekuningan di wajahnya yang kusam dan berlendir. Ia menghampiriku.

Setiap bulan berganti Syawal, ia mencengkram kakiku kemudian mengikatkan rantai berbandul yang dikekang dengan gembok usang. Dua puluh enam tahun, kuterka umur gemboknya. Namun barang itu selalu hadir setiap bulan berganti Syawal, menyulitkanku untuk berjalan. Menahan. Menganggu. Menghambat lajuku.

Aku harap ia tidak pernah ada.