Setiap Bulan Berganti Syawal

Setiap bulan berganti Syawal, ia datang dengan gemerincing rantai dan gembok di tangan kirinya. Di ujung rantai terdapat sebuah bandul besi yang diseretnya sehingga menimbulkan bunyi linu di lantai. Grekk.. grekk.. bandul menimbulkan jejak hasil gesekan. Senyum menyeringai memperlihatkan gigi kekuningan di wajahnya yang kusam dan berlendir. Ia menghampiriku.

Setiap bulan berganti Syawal, ia mencengkram kakiku kemudian mengikatkan rantai berbandul yang dikekang dengan gembok usang. Dua puluh enam tahun, kuterka umur gemboknya. Namun barang itu selalu hadir setiap bulan berganti Syawal, menyulitkanku untuk berjalan. Menahan. Menganggu. Menghambat lajuku.

Aku harap ia tidak pernah ada.

No comments: