Skip to main content

The Elephant Man

John Merrick tidak jelek. Lebih parah dari itu; ia mengerikan. Bagaimana tidak, lihatlah kulit yang tebal dan bergumpal di kepalanya, tangan kiri, dan kedua kakinya. Tubuhnya yang abnormal ini mulai muncul di tahun-tahun pertamanya saat ia masih kecil. Kulitnya tumbuh secara berlebihan dengan struktur tulang yang tidak biasa dan diiringi dengan tumor hingga setengah tubuhnya. Kemudian pada saat kecil, ia pernah terjatuh dan mengalami cedera pinggul dan mengakibatkan jalan pincang selamanya.

Sayangnya ini bukan tokoh sebuah cerita fiksi, ia nyata keberadaannya. Joseph Carey Merrick, pria Inggris yang lahir pada 5 Agustus 1862 dan tumbuh menjadi seseorang yang disebut sebagai Elephant Man. Keberadaan dia menginspirasi film The Elephant Man (1980) yang dibintangi oleh John Hurt dan Anthony Hopkins. Dengan jalan cerita yang hampir mirip, The Elephant Man bercerita tentang seorang dokter bedah, Fredrick Treves (Anthony Hopkins), yang menemukan John Merrick (John Hurt) di sebuah sirkus yang menampilkan orang-orang aneh seperti si kerdil, kembar siam, atau si jangkung. Ia ditemukan dalam keadaan mengenaskan yaitu tidak diberi makan dan dirawat dengan baik, bahkan sering diperlakukan kasar. Merrick dibawa di Rumah Sakit London dan dirawat dengan baik oleh Treves serta pegawai lainnya. Akhirnya Merrick dan Treves membangun sebuah hubungan pertemanan.

Adegan saat merrick saat dipresentasikan di depan para dokter.

Ternyata Merrick bisa berbicara, memiliki kepintaran (awalnya dikira imbisil oleh Treves), imajinatif, serta sensitif. Ketika akan bertemu dengan kepala rumah sakit pertama kalinya, Treves mengajarkan kalimat-kalimat template yang harus diucapkan. Namun di luar dari itu, ternyata Merrick mampu berbicara dengan baik. Saat berbicara dengan orang lain pun penuh kesopanan. Merrick tidak jarang terharu dengan sikap baik orang-orang rumah sakit dan teman-teman Treves karena ia merasa tidak pernah diperlakukan sebaik itu. Selain sibuk berkunjung dan menerima tamu di sebuah kamar di rumah sakit yang kemudian menjadi rumahnya, Merrick membuat minatur katedral dari kertas yang sering ia lihat dari jendela rumah sakitnya. Walaupun ia hanya bisa melihat menara katedral, Merrick berimajinasi tentang bangunan yang tidak terlihat. Ia dapat membuat secara detil.

Adegan detil karya katedral buatan Merrick.

Di akhir filmnya, Merrick meninggal karena dislokasi leher akibat ia ingin 'tidur seperti orang lain' yaitu dalam posisi berbaring, karena selama ini Merrick tidur dalam posisi duduk akibat kepalanya yang terlalu besar. Ia meninggal saat ia merasa hidupnya sudah penuh dengan orang-orang yang perhatian padanya. Saat ia diperlakukan layaknya manusia.

I am not an animal! I am a human being! I...am...a man!
~ John Merrick

Comments

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…