Skip to main content

Saya Ingin ...

Sejujurnya saya iri sekali dengan pasangan saya saat ini. Saya iri dengan sifatnya yang santai (terutama dalam hubungan) dan tidak cemas. Saya iri dengan ia yang bisa berhari-hari jauh dari handphone namun tampak tidak mencemaskan bahwa pacarnya akan kesulitan menghubunginya dan bertanya-tanya keberadaannya. Selain itu, saya ingin seperti ia yang tidak bertanya-tanya apakah pacarnya sudah sampai di kota tujuan atau belum (jika ke luar kota). Sangat berbeda dengan saya yang selalu, "Kamu berangkat jam berapa?" atau "Kalau udah sampai hubungin aku ya."

Saya iri dengan kemampuannya untuk menghilang. Saya ingin tidak available selalu. Saya ingin acuh jika ia sulit dihubungi--tidak seperti saya yang selalu sms atau telepon berkali-kali. Saya iri dengan keacuhannya. Saya juga iri dengan ia yang bisa membalas percakapan dengan seadanya tanpa merasa harus berusaha membuat percakapan yang menyenangkan, karena alasannya, "Tidak semua percakapan itu harus menyenangkan. Biasa saja." Ia tidak seperti saya yang merasa bertanggungjawab mencari-cari topik baru dengan tujuan agar saya dapat mengobrol dengan dia selama mungkin. Saya ingin seperti dia yang tampaknya biasa saja jika saya hanya menjawab beberapa kata. Saya ingin seperti dia yang tampaknya tidak melakukan usaha hiperbola. Semuanya biasa saja.

Saya ingin seperti dia yang bebas melakukan apa saja. Saya ingin tinggal satu atap dengan laki-laki lain. Saya ingin berkumpul bersama teman-teman hingga lupa waktu. Saya ingin untuk tidak berekspektasi lebih. Saya ingin ... saya ingin Tuhan mengurangi perasaan saya kepadanya.

Comments

Popular posts from this blog

Mirna.Sabrina.RealitaMedia

[Untuk mengenali tokoh, silahkan baca post sebelumnya]
Hari ini aku menghabiskan hari dengan menonton vcd di komputerku. Film yang aku tonton adalah film-film thriller psikologi. Bejo meminjamkan beberapa untuk satu minggu. Mataku terasa lelah, aku memutuskan untuk tidur. Namun sebelum aku sempat menutup mata, pintu kamarku diketuk.
Tok.. tok..
“Ya?” Aku bangun dari tempat tidur lalu melangkah gontai ke pintu lalu membukanya. Ada seulas senyum disana. Senyum sahabatku. Senyum yang hiperbola. Senyum yang menandakan butuh sesuatu. Senyumnya Sabrina.
Sabrina langsung membuka sepatunya dan menjatuhkan diri ke tempat tidurku.
“Ya ampuuunn.. siang bolong gini tidur.”
“Ralat.. hampir tidur!”
“Kok hampir sih? Tidur kok nanggung?”
“Ya kalau gue tidur, siapa yang mau buka pintu lo?”
Sabrina tertawa.
Sabrina adalah sahabat baikku. Aku, Sabrina dan Bejo selalu bersama-sama. Seperti Bejo, Sabrina dari Jakarta. Seperti Bejo, Sabrina pernah kuliah. Tapi ia mengambil jurusan yang berbeda dikampusnya sekarang.
“…

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…