Saya Ingin ...

Sejujurnya saya iri sekali dengan pasangan saya saat ini. Saya iri dengan sifatnya yang santai (terutama dalam hubungan) dan tidak cemas. Saya iri dengan ia yang bisa berhari-hari jauh dari handphone namun tampak tidak mencemaskan bahwa pacarnya akan kesulitan menghubunginya dan bertanya-tanya keberadaannya. Selain itu, saya ingin seperti ia yang tidak bertanya-tanya apakah pacarnya sudah sampai di kota tujuan atau belum (jika ke luar kota). Sangat berbeda dengan saya yang selalu, "Kamu berangkat jam berapa?" atau "Kalau udah sampai hubungin aku ya."

Saya iri dengan kemampuannya untuk menghilang. Saya ingin tidak available selalu. Saya ingin acuh jika ia sulit dihubungi--tidak seperti saya yang selalu sms atau telepon berkali-kali. Saya iri dengan keacuhannya. Saya juga iri dengan ia yang bisa membalas percakapan dengan seadanya tanpa merasa harus berusaha membuat percakapan yang menyenangkan, karena alasannya, "Tidak semua percakapan itu harus menyenangkan. Biasa saja." Ia tidak seperti saya yang merasa bertanggungjawab mencari-cari topik baru dengan tujuan agar saya dapat mengobrol dengan dia selama mungkin. Saya ingin seperti dia yang tampaknya biasa saja jika saya hanya menjawab beberapa kata. Saya ingin seperti dia yang tampaknya tidak melakukan usaha hiperbola. Semuanya biasa saja.

Saya ingin seperti dia yang bebas melakukan apa saja. Saya ingin tinggal satu atap dengan laki-laki lain. Saya ingin berkumpul bersama teman-teman hingga lupa waktu. Saya ingin untuk tidak berekspektasi lebih. Saya ingin ... saya ingin Tuhan mengurangi perasaan saya kepadanya.

Comments

Popular Posts