Setiap Makan Burger King

Setiap makan Burger King, saya selalu teringat dengan seorang teman. Sebut namanya X. Saat saya pertama kali berdomisili di Jakarta, saya cukup sering bertemu dan bermain dengannya. Ia adalah teman yang sudah saya kenal saat kami masih sama-sama di Bandung. Saat di Bandung, ia sudah sering datang ke rumah dan mengobrol sampai malam. Di sana ia juga banyak bercerita tentang dirinya. "Wah, menarik," pikir saya. Sebagai pencinta orang-orang yang rumit, saya selalu tertarik dengan cerita-cerita yang tidak biasa.

Ia pindah ke Jakarta terlebih dahulu sebelum saya. Dan saat pertama kali saya mulai intens di Jakarta, X berdomisili tidak jauh dari tempat saya tinggal. Saya pun pernah main ke apartment-nya. Lalu kami mulai hang out. Saya teringat, kali pertama saya pergi jalan-jalan dengannya adalah melihat museum ke Kota Tua. Sepulang dari sana, dalam kondisi hujan dan kelaparan, kami memutuskan makan Burger King di dekat Sarinah. Saya sudah lama mendengar tentang Burger King, tapi belum pernah mencobanya. Saat makan, rasanya enak sekali, terutama kentangnya. Begitu foodgasmic! Entah karena saat itu saya merasa lapar.

Btw, awal melihat harga-harga di Burger King, saya merasa itu mahal, oleh karena itu saya memilih yang biasa saja. X menyarankan saya makan Whopper®, saya bilang gak mau (karena sedang berhemat). Tahunya dia mentraktir saya. Ah, tahu gitu beli yang mahal. Haha. Namun seiring mulai terbiasa di Jakarta, harga Burger King itu standar. Rasanya juga jadi biasa saja.

Singkatnya, hari itu menyenangkan.

Everyone has their own favorite. Semakin lama mengenal, rasanya dia bukan favorite saya. Iya, X adalah orang baik. Tapi kadang ia terlalu mencurigakan, terlalu banyak yang ditutupi, terlalu gelap, dan terkadang meminta perhatian terlalu banyak. Melelahkan. Jika diri kita tidak kuat untuk menyeret teman yang terlalu berat, sebaiknya jangan, karena diri kita akan lelah, berhenti, bahkan ikut terseret. Saya tidak bisa menghadapi kegetirannya. Apalagi jika mereka melakukan hal-hal yang disrespectful. 

Orang pintar memang sulit mengalah ya?

Walaupun sekarang kami sudah tidak pernah bicara, saya selalu teringat X setiap makan Burger King. Entah di mana ia sekarang. Apakah ia masih di Jakarta? Apakah ia masih di kerjaan yang sama? Apakah ia masih ada di mental state yang sama? Bagaimanapun saya berharap semoga X baik-baik saja.

Comments

Adzania said…
AKOH JUGAK SUKAK BURGERKING kalo lagi tajir sik.
di jogja belum ada.
gak ada juga gakpapa sik.
:)
Nia Janiar said…
Walaupun harganya udah biasa aja, tapi aku makan BK baru bisa sebagai special treat aja. Hahah.. *ternyata belom tajir juga*

Popular Posts