Skip to main content

Cara Menuju Kebon Jeruk dari Bandung

Pembaca yang budiman, akan saya berikan tips-tips cara menuju Kebon Jeruk, Jakarta, dari Bandung. Kenapa Kebon Jeruk? Karena di daerah ini terdapat dua stasiun televisi serta kantor redaksi majalah dan koran. Jadi, Kebon Jeruk lumayan terkenal di dunia media. Juga tempat pemberhentian bus antar kota.

Tips-tipsnya adalah:
1. Kalau kamu tidak punya orang yang bisa mengantarkan ke Terminal Leuwipanjang di pagi buta, teleponlah taksi. Taksi yang saya sarankan adalah Gemah Ripah. Taksi tersebut bisa dipesan dari malamnya, bilang kalau kamu mau berangkat pukul 4. Jika Tuhan merestui, taksi akan hadir 10 menit lebih awal dari jam yang ditetapkan. Lebih baik cepat daripada terlambat, 'kan?
2. Saat mendekati terminal, biasanya supir bertanya mau diturunkan di mana. Jawab, "Minta diturunkan di tempat pemberangkatan bus." Nanti kamu akan diturunkan di sebuah pagar berpintu yang kecil dan terlihat bus-bus yang sudah siap.
3. Pilih bus jurusan Bandung-Kalideres atau Bandung-Tangerang. Bus ini ongkosnya Rp60.000. Kalau ambil yang Bandung-Merak, akan dikasih harga Rp70.000.
4. Alasan saya pergi pukul 4 (walaupun bisa masuk ke kantor agak siang) adalah itu merupakan waktu pemberangkatan pertama dan cepat penuhnya. Kalau penuh, maka ia akan cepat berangkat dan saya akan menghadapi Jakarta yang tidak terlalu macet.
5. Pilih tempat duduk di baris kiri sebelah supir. Kenapa? Karena matahari terbit di arah kanan bus, sehingga akan silau pagi dan menganggu proses kamu tidur. Selain itu, pilih agak depan agar kamu bisa siap-siap saat turun di Kebon Jeruk karena bus tidak akan berhenti lama.
6. Bus akan berhenti sebentar di Slipi, Rumah Sakit Harapan Kita, Tomang, dan Kebon Jeruk. Ketika supir sebut nama tempatnya, kamu harus cepat berdiri dari kursi dan pergi ke arah supir. Ingat! Mereka hanya berhenti sebentar. Kalau kamu kelamaan, nanti bus tidak akan menurunkan, karena ini adalah bus patas, bukan ekonomi.
7. Hati-hati saat di Kebon Jeruk karena kamu akan diturunkan di dekat pintu tol. Lihat kiri, takutnya ada mobil berkecepatan tinggi!

Bus menjadi alat transportasi kegemaran saya belakangan ini. Mengapa?

1. Travel tidak efisien. Pertama, ongkos travel mahal. Kedua, travel lebih banyak kemungkinan tidak dapat/penuh. Ketiga, tempatnya sama-sama jauh dari rumah. Keempat, kadang tidak tepat waktu.
2. Jarak naik dan turunnya bus dari kostan saya lumayan dekat.
3. Jarak tempuhnya sama saja dengan travel, yaitu 2.5 hingga 3 jam.
4. Tempat duduk cukup nyaman.

Sekian tips-tips naik bus dari Bandung ke Kebon Jeruk. Semoga bermanfaat!

Comments

mebel jepara said…
info yg menarik, salam
Ade Akbar said…
Terima kasih
tips yang sangat membantu.... :)
Nia Janiar said…
Sama-sama :)
Anonymous said…
kalau pulangnya gimana mba?
desbolita said…
Dari situ ke metro tv kebun jeruk gimana mba? Makasih
Nia Janiar said…
Dari pintu tol kebun jeruk, naik angkot 03 di depan 7-Eleven sampai jembatan kecil deket rumah sakit Siloam. Udah gitu naik jembatan dan keluar di Jakarta Eye Center. Dari situ naik angkot 14 dan turun depan MetroTV :)
bis paling pagi jam berapa? kl kira2s di kebon jeruk jam 8.30 kira2 keburu ga?
klo dari kebon jeruk kebinus naek apa tuh
Nia Janiar said…
Naik gojek :)

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Prenatal Yoga atau Senam Hamil?

Calon ibu yang mengandung anak pertama seperti saya pasti mengalami kebingungan. Di tiga bulan pertama, biasanya bingung makan apa saja yang baik dan tidak untuk bayi, bingung memilih dokter, membatasi aktivitas, dan bingung membawa diri karena badan serba enggak enak (seperti mau sakit flu yang tidak kunjung sembuh, hehe). Tiga bulan kedua biasanya mulai menikmati, merasa unstoppable meskipun sedang hamil, mulai memakai minyak untuk mencegah strecth mark. Dan di bulan ketiga kembali bingung seperti harus mengambil keputusan terakhir rumah sakit atau dokter untuk persalinan, persiapan biaya, persiapan perlengkapan bayi, hingga persiapan pengetahuan tentang persalinan dan bayi.

Di tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang stres yang dialami saat memasuki trimester ketiga. Hal yang belum saya bahas adalah pengetahuan tentang persalinan, menyusui, dan cara merawat bayi yang harus diketahui. Pengetahuan ini memang sebaiknya dipelajari di bulan ketiga. Alasannya ialah agar tidak lupa. Heh…