Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2014

Dalam Sesap Teh

Ceritanya belakangan ini saya lagi senang mencoba teh. Biasanya selama ini hanya mengkonsumsi teh dalam kantung yang biasa ada di pasaran. Semenjak ada berita bahwa kantung teh menggunakan pewarna agar terlihat putih dan kita tidak boleh mencelup di dalam air terlalu lama, saya mengurangi konsumsi teh kantung. Lalu saya mencoba teh upet--teh yang biasa dikonsumsi oleh keluarga sejak saya kecil. Sayangnya ini cukup merepotkan karena harus menggunakan saringan. Namun semenjak ketemu tea infuser yang lucu dan mudah dibawa kemana-mana, saya lebih banyak mengkonsumsi daun teh dari teh hijau hingga teh putih.


Dulu saya sering minum teh manis. Setelah makan mi, pasti saya minum teh manis. Karena lama-lama takut diabetes, sekarang saya minum teh tawar. Teh tawar, terutama saat panas, rasanya seperti penetral setelah makan-makanan penuh kolesterol dan terlalu banyak rasa. Dan setelah banyak membaca, manfaat teh ternyata banyak, salah satunya sebagai antioksidan dan pencegah kanker.

Kebiasaan m…

Kiriman Melalui Darat, Laut, dan Udara

Tenang. Ini bukan santet.
Salah satu hal yang menyenangkan saat pulang ke rumah adalah menerima sesuatu yang dikirim lewat pos atau jasa pengiriman. Bisa berupa kartu pos, surat, atau paket. Biasanya paket yang saya terima adalah barang-barang yang saya beli online lalu minta dikirimkan ke rumah, bukan ke kantor atau kostan. Hal tersebut bikin hati saya dag-dig-dug sekaligus tidak sabar kalau ibu saya kasih kabar ada paket yang ditujukan ke saya.
Kepulangan singkat kemarin, saya menerima kartu pos dan dua paket.

Kartu pos yang saya terima di atas adalah kartu pos balasan dari teman saya yang kini berdomisili di Bali, yaitu Niken. Mulanya saya yang mengirimkan kartu pos. Waktu itu saya mengirimkan kepada teman-teman saya yang ada di luar kota. Saya memberikan Niken sebuah kartu pos vintage yang bergambar sepeda. Saya mengirimkan ini karena teringat pada suasana Bali (terutama Ubud) yang tampaknya enak buat dipakai main sepeda.
Niken adalah teman saya ketika kami masih tergabung di Rea…

Sisa Kejayaan Banten Lama

Dalam rangka weekend getaway, Eka, Yasin, dan saya memutuskan untuk pergi ke Banten Lama. Ide pergi ke sini datang dari saya setelah melihat foto teman yang berkunjung ke sana. Pertama, saya suka hal-hal yang berbau sejarah. Kedua, saya suka benteng. Ketiga, saya mulai menyasar kota-kota kecil untuk disambangi. Namun, sehari sebelum keberangkatan, saya menerima tanggapan tidak mengenakkan tentang Banten yang membuat saya niat untuk mengurungkan. Tapi ya ini trip bersama khalayak, tidak bisa egois. Dan seeing is believing.

Berangkat dari Kebon Jeruk, kami melalui Tol Tangerang, Tangerang-Merak, lalu exit di Tol Serang Timur. Mulanya petunjuk menuju Banten Lama terlihat jelas, namun petunjuknya menghilang di satu pertigaan. Setelah salah belok sedikit dan bertanya kepada warga sekitar, akhirnya kami sudah kembali ke jalan yang benar. Puji Tuhan. Alhamdulillah.

Kesan pertama melihat jalanan di Banten ini begitu mengecewakan. Bagaimana tidak, banyak sekali sampah yang bertebaran di jalana…

The Happiness is Inside You

Entah apa yang begitu hebat dari yang namanya 'bahagia' sehingga semua orang tampak menginginkannya. Hal ini tampak begitu dicita-citakan, disematkan dalam doa, dicari melalui mesin pencari seperti '10 cara mendapatkan kebahagiaan'. Betulkah bahagia itu bisa didapat? Apakah bahagia itu sebuah tujuan?

Orang menggunakan beberapa media untuk mendapatkan kebahagiaan. Melakukan hal-hal yang disukai seperti menulis atau bernyanyi, menyetel kondisi atau situasi agar bahagia seperti liburan atau makan malam di situasi romantis, atau memenuhi tuntutan sosial agar bisa bahagia. Menikah, misalnya.

Dalam suatu sore, saya dan Andika membicarakan tentang para single yang ingin segera berpasangan atau menikah agar bahagia. Teman-teman saya yang belum berpasangan menunjukkan betapa inginnya memiliki pasangan. Atau parahnya, belum memiliki pasangan tapi sudah ingin menikah. Jika kebahagiaan menjadi tujuan, sebaiknya niat untuk memiliki pasangan dan menikah dibatalkan saja. Mengapa? Bel…

Merayakan Diri Sendiri

Dalam pertemuan singkat di akhir pekan, Andika memberikan sebuah kado, dibungkus kertas yang bergambar kuda. Tampak cocok dengan tahun Kuda Kayu. Ia memberikan kado tersebut saat saya dan Eka makan siang di Cisangkuy sehabis olahraga. Dika meminta saya untuk membuka kado yang diberi dalam rangka ulang tahun ke-27 tersebut di rumah.



Setelah melihat pameran S.Sudjojono di Galeri Soemardja, Andika mengantarkan saya ke rumah. Saya sudah berjanji akan memberikan daun teh Priangan kepadanya. Saat itu kami mengobrol tentang aktivitas kami belakangan ini, juga mencari gosip-gosip terbaru yang terjadi di antara teman-teman kami.

Dengan tidak sabar, Andika hampir membocorkan isi kadonya. Tapi saya tahan, karena saya ingin tetap menjadi kejutan. Akhirnya, setelah Dika pulang, saya membuka kado yang lumayan berat tersebut. Ternyata isinya.. wow!


Andika paham sekali kalau saya suka baca buku-buku yang seperti di atas. Semacam agak sastra Indonesia gimana gitu biar terlihat keren. Karena saya sudah…

Dari Taman Terbitlah Harapan

Saya pikir, waktu terbaik dalam satu hari adalah saat sore, kisaran pukul 15.30 hingga 16.30. Saat itu matahari sedang emas-emasnya. Golden hour ini pun ditunggu-tunggu oleh para fotografer karena ini dapat membuat foto semakin bagus. Suasana pun tampak hangat dan santai. Paling enak dihabiskan bersama orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, sahabat, atau pasangan.

Minggu ini saya dapat sore terbaik. Saya menghabiskannya dengan pasangan saya yang belum tentu bisa ditemui saban akhir pekan karena jarak yang memisahkan (duh!). Seiring dengan naiknya walikota Bandung yang baru bernama Ridwan Kamil, taman-taman di ibukota Jawa Barat ini diperbaiki--diusahakan agar kembali pada nama panggilannya yaitu 'kota kembang'. Salah satu taman yang paling terlihat perubahannya adalah Taman Pustaka Bunga (Kandaga Puspa) yang terletak di sebelah SMA 20. Bagaimana tidak mencolok, taman ini penuh bunga warna-warni.

Saya dan pasangan, sebut namanya Anto (padahal emang iya), berjalan kaki da…