Skip to main content

Merayakan Diri Sendiri

Dalam pertemuan singkat di akhir pekan, Andika memberikan sebuah kado, dibungkus kertas yang bergambar kuda. Tampak cocok dengan tahun Kuda Kayu. Ia memberikan kado tersebut saat saya dan Eka makan siang di Cisangkuy sehabis olahraga. Dika meminta saya untuk membuka kado yang diberi dalam rangka ulang tahun ke-27 tersebut di rumah.



Setelah melihat pameran S.Sudjojono di Galeri Soemardja, Andika mengantarkan saya ke rumah. Saya sudah berjanji akan memberikan daun teh Priangan kepadanya. Saat itu kami mengobrol tentang aktivitas kami belakangan ini, juga mencari gosip-gosip terbaru yang terjadi di antara teman-teman kami.

Dengan tidak sabar, Andika hampir membocorkan isi kadonya. Tapi saya tahan, karena saya ingin tetap menjadi kejutan. Akhirnya, setelah Dika pulang, saya membuka kado yang lumayan berat tersebut. Ternyata isinya.. wow!


Andika paham sekali kalau saya suka baca buku-buku yang seperti di atas. Semacam agak sastra Indonesia gimana gitu biar terlihat keren. Karena saya sudah punya Larasati, Andika menawarkan untuk ditukar.

Bagian yang paling mengejutkan dan membuat saya tertawa geli adalah Dika juga melampirkan foto saya yang enggak banget. Foto ini diambil saat kami menghadiri pernikahan sahabat kami di Kalianda, Lampung. Saya tidak tahu persis kapan Dika mengambil foto yang sedang merem melek minum air dingin di tengah udara panas. Huhu. Whaaayyy?


Bukan Dika namanya jika tidak melampirkan sebuah pesan panjang. Pesan ulang tahun itu ia tuliskan dalam sebuah surat. Ternyata surat tersebut dibuat beberapa jam sebelum kami bertemu. Katanya ia ingin agar isinya lebih spontan dan mengejutkan. Di dalam surat itu Dika menuliskan tentang 'pertemanan' kami. Walaupun kami sudah tidak satu kota, setidaknya kami masih bertukar cerita, meski hanya sebatas surat elektronik.

Dika paling bisa menuliskan hal-hal yang membuat saya merasa positif dan berharga. Ia dapat memberikan kritik dalam balutan yang enak diterima. Bukan seperti kultus yang harus dilakukan, tapi seperti saran. Kalau membaca surat-suratnya, kita pasti akan merasa surat tersebut begitu berisi dan bermakna, bukan sekedar basa-basi. Saya pikir yang harus dihargai selain isi surat adalah waktu yang ia luangkan untuk menulis.

Ini bukanlah kado pertama yang Dika berikan untuk saya. Semua kadonya pasti memiliki kekhususan bahwa ia selalu mencari hal-hal personal tentang siapapun yang diberi kado tersebut. Bukan sembarang kado tanpa peduli entah bakal dipakai atau tidak. Selain penambahan usia, saya pikir pemberian kado ini menjadi simbol perayaan untuk menjadi diri sendiri. :)

Comments

Andika said…
Aaaa, seneng banget tahu foto itu berhasil menimbulkan efek yang diharapkan! : )

Popular posts from this blog

Hi, Mucocele

Jadi, belakang ini saya bolak-balik rumah sakit karena ada sebuah benjolan di bibir bawah saya. Biasalah, saya ini tipikal orang lama, yang mudah menganggap benjolan sama dengan kanker, makanya saya periksakan diri ke dokter. Sebagai wartawan yang sering wawacara masalah kesehatan, saya menyadari kalau deteksi dini lebih baik daripada terlambat karena bisa ditangani dengan cepat. Walaupun hasil diagnosisnya menggetarkan hati, setidaknya jadi tahu apa yang dilakukan.

Dulu bibir bawah saya pernah bengkak. Saya pergi ke dokter umum di RS Pondok Indah Puri Indah. Bengkak lho ya, bukan benjol. Kata dokternya ini perpaduan sariawan sama pembengkakan jerawat di daerah dagu. Kebetulan saya lagi jerawatan. Duh, malu. Sama dokternya dikasih obat minum dan obat oles yang berbentuk gel dan rasanya manis. Hanya beberapa hari saja, bengkak sudah mengempis dan yang penting udah enggak sakit lagi. Ah, ini mah manja aja pengen buang-buang jatah asuransi. Cis.

Nah, kalau yang kemarin ini adalah benjola…

Pap Smear Pertama Kali. Menakutkan 'Kah?

Jadi saya mau cerita pengalaman saya tes pap smear untuk pertama kali. Karena tulisannya akan bercerita tentang vagina, tolong disikapi secara ilmiah ya. Haha. Eh ini berbahaya lho, jadi tidak boleh tabu.

Pap smear adalah hal yang perlu dilakukan oleh semua wanita, terutama yang sudah berhubungan seks. Bukan setelah menikah saja, karena banyak 'kan yang sudah berhubungan seks sebelum menikah? Hehe. Pap smear berguna sebagai pemeriksaan awal apakah seseorang mengidap kanker serviks (mulut rahim) atau tidak. Nah, kanker serviks dan kanker payudara ini adalah penyakit yang banyak merenggut nyawa wanita. Jadi sebaiknya deteksi dini dilakukan sebelum terlambat!

Jadi, sebelumnya saya sudah tahu info tentang bahaya kanker serviks karena saya pernah liputan tentang berbagai penyakit di kandungan dan wawancara dokter kandungan di sebuah rumah sakit di Jakarta Utara. Banyak wanita yang datang terlambat ke dokter karena kanker ini tidak berasa. Nyeri, terutama di daerah panggul, baru dirasak…

Blessed but Stressed

Tanpa terasa kandungan mulai masuk trimester ketiga. Minggu depan memasuki bulan ke delapan, tepatnya. Iya, tanpa terasa. Waktu trimester pertama itu rasanya minggu berganti lamaa banget. Bawaannya pengin cepet besar karena enggak sabar menimang adik bayi. Tapi ternyata benar apa dibilang orang-orang bahwa semakin tua kandungan maka waktu akan terasa semakin cepat. Kandungan yang berkembang cepat pun linear dengan stres yang datang karena berbagai tekanan seperti biaya melahirkan, masalah administrasi untuk kemungkinan memakai BPJS, persiapan peralatan bayi, hingga perasaan tidak mampu mengurus anak dalam waktu lama.

Aih, curhat banget, sis?

Survey ke berbagai rumah sakit yang dekat rumah menunjukkan bahwa biaya melahirkan itu mahal sekali. Apalagi kalau, amit-amit jabang bayi, harus sectio caesarea (SC). Contohnya, Rumah Sakit Limijati yang paling dekat rumah bisa mencapai angka 17-20,5 juta untuk lahiran normal di kelas 1, sedangkan SC-nya 30-35 juta. Wah, walau saya punya asuransi…