Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Apa Kabar Jika Matahari Tidak Ada?

Pernah membayangkan ditinggalkan orang tersayang selamanya? Saya sering. Kadang saya membayangkan bagaimana jika ibu saya--orang tua yang saya miliki satu-satunya itu tiada. Kepada siapa lagi saya akan berpijak? Kepada lagi saya harus menggantungkan diri (terutama secara emosional)? Kepada siapa lagi saya merasakan cinta tanpa syarat tentang seorang ibu yang menerima anak apa adanya, walaupun betapa buruk rupa dan sifatnya? Karena setiap Semesta hanya punya satu Matahari. Apa jadinya jika sumber energi itu tidak ada?

Hanya membayangkannya saja sudah buat menangis. Seperti saat ini, saya menghadapi ketidakmampuan diri serta merasa kasihan dengan nasib sendiri. Ibu saya akan umroh (mudah-mudahan jadi dan lancar semuanya) dan ia harus mengurus paspor. Saya sudah mempersiapkan dokumen saat saya pulang ke rumah di akhir pekan dan mengurus secara online. Tapi saya tidak menemani ibu saya untuk pergi ke kantor imigrasi karena saya di Jakarta. Padahal ibu saya boro-boro tahu dimana kantor imi…

Sepiring Berdua

Di suatu hari yang cerah, ruangan kami kedatangan tamu. Sebetulnya bukan tamu, ia masih seorang pegawai di kantor ini. Tapi ia terlalu asing bagi saya untuk dipanggil 'teman'. Jadi, sebut saja tamu ini bernama Adam. Walaupun ia berasal dari anak perusahaan yang berbeda, ia sering datang ke ruangan untuk menyapa dengan beberapa orang yang sudah cukup kenal dengannya.
Pada hari itu, ia datang ke ruangan. Walaupun saya sedang fokus ke laptop, saya masih bisa mengetahui bahwa ia sedang jalan-jalan tidak jelas di ruangan karena tidak ada orang yang bisa diajak bercanda. Semua tampak sedang fokus dengan kerjaannya masing-masing. Kemudian ia mampir ke meja yang berada di tengah ruangan, mengambil makanan. Kami memang sering berbagi makanan dan ditaruh di atas meja dan siapa saja boleh mengambilnya. Makanan yang ada di atas meja kali ini adalah beberapa bungkus kue kering yang belum dibuka. Lalu, si Adam tampak menghentikan langkahnya di meja tengah dan menyomot kue yang sudah dibuka…