The Great Next Time

"Aku ingin main sama Joy. Lari-larian di padang rumput. Di suatu sore. Next time."
"Iya, on the great next time."

------------------

Ia masih menunggu waktu di lain kali yang baik. Ia menunggu di lorong-lorong kosong yang senyap namun menggemakan sepi. Ia menunggu setiap di setiap malam, ketika hantu-hantu keluar, hinggap di dinding kamar, dan masuk ke dalam pikiran. Ia terbangun setiap kali telepon genggamnya berbunyi, berharap ada kabar bahwa lain kali itu akan tiba di depan mata dan menyuarakan, "Bangunlah. Kemarilah. Atau aku yang akan menemuimu."

Semoga itu nyata.

No comments: