Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Bangga dengan Makanan dari Dapur Sendiri

Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan hadir dalam acara ulang tahunnya komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) yang ke-2 di bilangan Senopati. Tentu kehadiran tersebut bukan karena saya anggota ACMI, namun saya dalam tugas untuk wawancara ketua ACMI yaitu Santhi Serad. Di sana juga saya ketemu dengan pakar kuliner Indonesia yaitu William Wongso yang pernah saya wawancara di beberapa bulan sebelumnya.

ACMI adalah sebuah komunitas yang memiliki semangat untuk memajukan kuliner Indonesia. Banyak sekolah kejuruan yang justru murid-muridnya diajarkan masakan western daripada masakan Indonesia. Padahal justru harusnya mereka diajarkan masakan Nusantara. "Kalau mereka ke luar negeri yang notabene pada jago masakan baratnya, mereka hanya akan jadi jongos saja," kata Santhi.

Selain itu, Santhi juga menyesalkan bahwa orang Indonesia seringkali tidak berbangga dengan nama masakan Indonesia saat dibawa ke luar negeri. Mayoritas orang menyebutkan nama masakan dengan bahasa In…

Jakarta Daylight Walkers

Banyak hal yang menyenangkan yang terjadi dalam hidup saya belakangan ini. Entah kenapa, saya lupa menuliskannya. Tapi harus dituliskan agar tidak lupa, agar momennya bisa dikenang. Selain itu juga ada pengalaman baru seperti mencoba dua teh yang unik, tapi nanti dulu, saya akan menulis dari urutan kejadian.

Kalau ke Jakarta, pergi ke kawasan Kota Tua sepertinya sudah basi. Sama saja seperti pergi ke Braga saat berkunjung ke Bandung. Ternyata si pacar ingin diajak ke Kota Tua saat ia berkunjung ke Jakarta. Daripada ke museum, saya mau ajak dia lihat Pelabuhan Sunda Kelapa. Ternyata di sekitar sana banyak atraksi menarik yang letaknya cukup jauh dari Taman Fatahillah seperti Toko Merah, Jembatan Kota Intan, Menara Syahbandar, dan Museum Bahari.

Kebetulan saya juga belum pernah ke sana. Jadi kami pergi sambil meraba-raba, bermodal GPS, dan bertanya.

Setelah sightseeing sebentar di Taman Fatahilah, kami jalan kaki ke Toko Merah. Saya penasaran dengan toko ini dari fotonya teman saya. Dar…

Menemukan Diri Sendiri

Ketika sudah saatnya kuliah, saya berpikir tentang teknik industri karena aa dan teteh saya kuliah di jurusan teknik. Teknik industri juga bisa kerja di perusahaan atau pabrik sebagai HRD. Bukankah yang namanya bekerja itu artinya berada di kantor? Dan tampaknya teknik industri lebih menyenangkan daripada teknik mesin, teknik elektro, atau planologi.

Keluarga saya bukan keluarga yang mampu membiayai pendidikan mahal sehingga saya harus bisa masuk universitas negeri. Walaupun Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tampak tidak mungkin karena jumlah pendaftar jauh lebih banyak ketimbang yang diterima, saya ikut juga. Karena saya jurusan IPA, saya hanya punya dua pilihan. Pilihan pertama dikorbankan untuk memenuhi keinginan keluarga kuliah di ITB. Karena UNPAD dirasa tidak mungkin, saya memilih Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Jujur saja, saya tidak melihat UPI sebagai universitas yang bagus dan prestisius. Saya juga tidak berkeinginan mengajar di sekolah. Tapi saya perlu UPI ya…